Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

  • 7 Tanaman Indor yang bisa jadi inspirasi

    Setelah sebelumnya mencoba untuk membuat posting akuarium lucu, kini dengan tanaman dan bunga kita berkreasi. Gaya Botanical simple menjadi primadona belakangan, dikarenakan perawatanya yang relatif mudah dan catchy di pandang.

  • Laci Unik, Do It Your Self

    Ada beberapa cara cerdas menggunakan barang-barang yang sudah tidak terpakai, laci lemari di rumah Anda misalnya, dari pada habis dimakan rayap atau tak termanfaatkan, lebih baik sediakan waktu diakhir pekan misalnya untuk memanfaatkan kembali nilainya.4 kg/rumah.

  • 7 Desain Lampu unik dan Fungsional

    kini lampu tidak hanya digunakan sebagai alat penerangan namun juga sebagai dekorasi ruangan. mulai dari yang berukuran besar berharga jutaan hingga yang berukuran kecil. berikut adalah beberapa desain lampu yang unik namun tetap fungsional.

  • 7 Tempat Paling Menarik Di Kebun Raya Bogor

    Setiap hari, kebun botani yang memiliki luas 87 hektar dengan koleksi sekitar 15 ribu tanaman ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Namun, luasnya Kebun Raya Bogor kadang membuat kita bingung untuk mengunjungi spot mana yang paling menarik .

  • Tentang SDE dan Gerilya Pemulihan Krisis

    Sebuah krisis berskala global yang sejarahnya bisa ditarik jauh ke masa revolusi industri, saat terjadi peningkatan kebutuhan akan bahan mentah. Di masa awal itu Karl Marx misalnya telah mengenali ada gap yang membesar antara dua jenis metabolisme. Pertama, metabolisme untuk kepentingan reproduksi yang instruksinya genetik.

Perabot Ruang Makan Yang Modern dan Minimalis

Perabot Ruang Makan Modern Minimalis, Sebuah Konsep Kursi Dengan Desain simple dan fungsional, Tanpa Mengurangi keindahanya. Berikut Tips Memilih Perabot Ruang Makan Sesuai Keperluan.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
1. Perhatikan Material
Jika ingin memiliki kursi makan yang terbuat dari kayu, usahakan pilihlah material kayu keras murni (hardwood) seperti mahoni, Sonokeling, akasia, Sengon, Pinus, Kamper, dan jenis lainya. sesuaikan dengan Bugdet Tentunya.

2. Ukur Luas Ruangan
Penting untuk mengetahui apakah model dan jenis kursi makan sesuai dengan luas ruangan Anda, terutama jika ruang makan yang ada berukuran mungil, di upayakan ukuran lebar kursi 40-45 cm per kursi perorang, sesuaikan juga dengan jalur dan peletakanya, jangan sampai aksesibilitas orang menjadi sulit, apabila ruang makan di gabung dengan ruang lainya misalnya
Bangku Modern Minimalis

Ragnar Model Series 1
3. Tentukan Bentuk Meja
Memilih kursi ruang makan tentu di sesuaikan dengan bentuk meja, agar serasi, ada beberapa tips dalam memilih bentuk meja makan yang sesuai dengan model ruangan tertentu, Sebagai Contoh untuk ruangan mungil, usahakan pilihlah meja berbentuk oval/Bujur Sangkar, supaya banyak tersedia ruang-ruang kosong dan tidak banyak membuat ruangan tampak terlalu "over" ramai, Sementara Model persegi panjang ada baiknya ditempatkan pada ruangan-ruangan yang luas. Meja bundar sebenarnya memiliki fleksibilitas, akan tetapi ada baiknya model meja bulat di tempatkan pada ruangan yang luas, tetapi semua kembali kepada kebutuhan.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
4. Periksa Dimensi Meja
Kebanyakan meja makan memiliki ketinggian standar antara 71 - 76 cm. Tinggi meja paling nyaman dapat memberikan ruangan yang cukup antara di atas lutut dan sejajar dengan siku tangan ketika Anda duduk. Sementara lebarnya untuk persegi panjang, yang memiliki lebar x panjang  80 cm ke atas mampu menampung hingga 4-6 orang. Meja oval dengan panjang 200 cm dapat menampung hingga 12 orang.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
Share:

Rak Partisi Minimalis Modern

Memiliki konsep rumah mungil minimalis saat ini memang tengah menjadi incaran banyak orang, terlebih buat mereka yang memiliki anggota keluarga yang belum banyak. Selain dalam hal desain, keberadaan rumah mungil saat ini semakin bervariasi pilihanya, dari segi harga pun tidak akan semahal rumah dengan ukuran lebih besar. Meski demikian, dengan adanya rumah mungil ini pemilik harus memutar otak untuk menyiasati dalam menempatkan furniture-furniturenya serta barang-barang yang dimilikinya. 

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2
Jika si pemilik keliru dalam menata ruangan dan furniturenya maka rumah yang memang pada dasarnya memiliki ukuran yang tidak besar akan tampak menjadi semakin sempit dan sumpek. Nah, Untuk menyiasati agar rumah mungil tidak tampak sempit adalah dengan menata barang dan furniture dengan baik serta sesimpel mungkin,  solusi lain yakni dengan menyekat beberapa bagian dari rumah dengan sekat atau partisi baik yang bersifat permanen maupun tidak permanen.
Borjan Model Series 2
Borjan Model Series 2

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2

Share:

Rak Dinding Minimalis

Rumah Merupakan tempat tinggal yang harus memiliki unsur-unsur estetika dan kenyamanan yang tinggi, karena di rumah inilah kita banyak menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan beristirahat, dan apa jadinya jika rumah berantakan karena barang-barang kecil dan perintilan tidak dapat di tata dengan baik, salah satu solusinya adalah adanya rak dinding.

Selain bisa dipakai untuk menyimpan bermacam barang-barang kecil, rak dinding juga bisa sekaligus kita manfaatkan sebagai benda dekorasi yang dapat menunjang keindahan dan estetika juga. Tidak hanya itu, karena letaknya yang menempel dan tidak memakan tempat, dengan adanya rak dinding mampu membuat ruangan anda tampak indah tanpa harus membuatnya sempit.

Borjan Model
Borjan Model Series 1

Pemilihan warna, tekstur material menjadi penting, karena itu kualitas dan daya tahan perlu menjadi perhatian ekstra. Rak dinding bisa dipasang di kamar untuk meletakkan koleksi-koleksi dan benda kesayangan, seperti buku-buku, boneka, foto-foto, hiasan dan pernik-pernik lainya. 

Borjan Model
Borjan Model Series 1

Share:

Hiper-Realitas Kota Kita


Bencana Kota
Ilustrasi Hancurnya Kota.
Sumber
“SUGUHI kami dengan fantasi, dan bawalah kami ke dunia khayal yang terjauh,” ungkap Robert Thompson, presiden International Pop Culture Association dalam satu kesempatan. Ungkapan Thompson tersebut adalah refleksi dari nafas kehausan sebagian besar masyarakat Barat yang saat ini beramai-ramai mencari lorong dan ruang-ruang pelarian budaya. Fantasi, khayal dan godaan budaya tontonan tampaknya telah menjadi norma budaya keseharian sebagian besar masyarakat Barat saat ini.

Di sebagian besar kota-kota dunia saat ini, gelombang theme-park dalam desain urban dan arsitektur tampaknya sedang menghipnotis perilaku budaya massa. 30 hektar artefak sejarah dinasti Cina ataupun situs kematian Isa Almasih di Jerusalem kuno ternyata berhasil direkonstruksi ulang seperti aslinya di Florida, Amerika Serikat. Skala satu banding satu kota Venesia pun bisa dinikmati di Las Vegas. Kemeriahan Disneyland dan Universal Studios ternyata sudah bisa diekspor ke Eropa, Jepang dan Cina. Di Jakarta dan Kota Ahmedabad di India, beragam legenda tujuh keajaiban dunia bisa dihadirkan sebagai tema dalam keseharian kompleks perumahan urban.

FENOMENA urbanitas kontemporer masyarakat metropolis tampaknya semakin kompleks saja. Hegemoni pisau konsumerisme dan budaya massa di era kapitalisme lanjut (late capitalism) ini begitu dalamnya menusuk segala sudut kebudayaan, tidak terkecuali urbanisme dan arsitektur. Lahirnya fenomena theme-park urbanism adalah salah satu contohnya, dimana beragam artefak fisik yang lepas dari konteks ruang geografis dan waktu, dengan begitu mudah dipinjam, dilipat,direproduksi dan diduplikasi dengan sempurna menjadi komoditas.

Ruang, waktu dan sejarah yang dibekukan ini bahkan sering terlihat lebih nyata, lebih surealis dan lebih dramatis dari aslinya.Contoh-contoh fenomena di atas memang paling mudah dilihat dan diselami di Amerika Serikat. Pemikir kebudayaan Jean Baudrillard menyebut Amerika sebagai tempat kelahiran ‘budaya tanpa referensi’ dan panggung ‘tour de force’ konsumerisme massa. Disneyland, Universal Studio, permukiman Celebration dan tentu saja kota Las Vegas kemudian menjadi contoh-contoh bagaimana theme-park urbanism ini hadir dan berhasil mensimulasikan fiksi dan khayal kedalam kehidupan urbanitas nyata masyarakat Amerika Serikat. Ia kemudian menjadi media dimana perbedaan fakta dengan fiksi, media dengan esensi seringkali menjadi tidak penting lagi.

Dengan menguapnya batas ruang dan waktu di era teknologi informasi dan globalisasi saat ini, kepingan-kepingan ‘budaya tanpa referensi’ tersebut akhirnya terbang, berjatuhan dan hadir juga di depan hidung kita. Ia kemudian hadir di berbagai tempat dalam berbagai bentuk. Di Jakarta, theme-park urbanism ini ternyata tidak hanya digagas sebagai sarana hiburan semata seperti Dunia Fantasi di Ancol. Namun secara laten, tampaknya ada sebagian dari kita yang sedang bereksperimen membawa misi sindrom Las Vegas ini ke dalam keseharian urbanitas nyata Kota Jakarta.Di Jakarta, perumahan yang bersebelahan dengan artefak Borobudur dan Colloseum Roma kuno ternyata bisa dihadirkan berbarengan dengan munculnya perumahan berarsitektur kastil abad pertengahan Eropa, bersuasana Kota Kyoto atau Paris sebagai tawaran tempat berhuni sekaligus berbudaya.

Ini adalah pecahan cermin dari satu kondisi kontemporer, dimana masyarakat berhasil dirayu untuk menerima citra sebagai sebuah realitas nyata, walaupun disadari bahwa yang terjadi hanyalah pemalsuan kebenaran dan dramatisasi realitas.

Fenomena ini juga kemudian menjadi ajang perdebatan beragam interpretasi makna (polysemy). Interpretasi antara sebuah kecerdasan marketing properti, ataukah sebuah wajah kebodohan dan kemunduran etika yang berdampak pada kemalasan apresiasi budaya di masyarakat. Namun lebih jauh, sosiolog Patrice Noviant berpendapat bahwa hal ini bisa terjadi karena masyarakat konsumer dewasa ini memang haus dalam mengkonsumsi segala sesuatu, tidak hanya objek nyata tapi juga objek tanda (object of sign). Syaraf psikologis mereka juga menurutnya mau dimanja untuk menerima kehadiran certain comfortable of false consciousness dalam menikmati ruang-ruang arsitektur di lingkungan sekelilingnya.

Hadirnya Kota Paris di Jakarta atau Jerusalem kuno di Florida, juga menjadi teater tempat pencerapan makna ‘sense of place’ bisa dibuat berantakan. Elemen-elemen pembentuk konsepsi ‘place’ seperti ruang fisik sebagai latar (background), interaksi positif manusia dalam ruang tersebut (action) dan interpretasi makna (meaning) akhirnya menjadi absurd.

 Ia menjebak kita untuk mencampuradukkan esensi ruang realitas dengan ruang palsu (pseudo place).Beragam absurditas yang kerap lahir dari fenomena-fenomena diatas, memang mau tdak mau mendorong syaraf kesadaran atau consciousness kita untuk selalu siap berakrobat dalam arus simulasi-simulasi realitas. Berakrobat dalam kemeriahan diktum baru ‘form follows fictions’. Berakrobat dalam era dimana pasangan fiksi dan estetika kerap meluluhkan pasangan fakta dan etika. Sebuah era baru, era hiper-realitas.

 "All that is real becomes simulation.”

Ungkapan diatas adalah peringatan Jean Baudrillard, pemikir kebudayaan pascamodernisme, yang menyatakan bahwa sebagian besar kebudayaan kontemporer dewasa ini hanyalah berupa representasi dari dunia simulasi (simulation). Simulasi adalah rekayasa beragam model realitas yang tidak memiliki konteks, referensi maupun asal-usul. Yasraf Amir Pilliang menyebutnya sebagai “kenyataan” (real) yang ditutupi oleh “tanda kenyataan” (sign of the real). Karena itu, proses simulasi dalam kebudayaan ini biasanya melahirkan realitas-realitas yang melampaui batas-batas konvensional (transgression) yang lazim disebut dengan istilah hiper-realitas.

Oleh Baudrillard ruang-ruang tempat berlangsungnya proses simulasi dalam silang-sengkarut nilai, realitas, tanda dan citra tersebut kemudian diistilahkan sebagai simulacrum atau simulacra. Ia berpendapat, bahwa sebagian besar realitas-realitas zaman sekarang sebenarnya sudah tidak punya referensi lagi kecuali simulacra itu sendiri.

Simulacra juga sering berperan sebagai katalis dalam berkembangnya eklektikisme nilai maupun kolase pecahan-pecahan realitas. Berbagai artefak arsitektur dan desain urban seperti halnya Disneyland, Las Vegas, Colloseum di Jakarta atau replika Jerusalem di Florida yang dibahas di atas, memang akhirnya bisa dipahami melalui analisa simulasi dan simulcara yang digagas Baudrillard.Tanpa kita peduli atau sadari, sebenarnya proses-proses simulasi di simulacrum of space mungkin sudah menjadi norma di kota-kota besar di Indonesia.

Menjamurnya pusat perbelanjaan atau shopping center di kota-kota besar di Indonesia, seperti halnya Mal Pondok Indah dan Plaza Senayan adalah contoh simulasi bagaimana daya tarik realitas urbanisme sudah kalah oleh konsumerisme. Berbelanja di shopping center ini pada dasarnya adalah simulasi pengalaman empirik berbelanja dan jalan-jalan kaum urban (strolling flaneur) di ruang-ruang kota yang dilipat, disatukan dan diminiaturkan ke dalam satu ruang atau bangunan. Sebuah simulation of urbanity dimana shopping center bertindak sebagai ruang simulacrum-nya.


Proyek Ancol Walk, yang rencananya akan dibangun di Jakarta dimana konsepnya meniru proyek City Walk di Universal Studios di Amerika Serikat, mungkin menjadi contoh simulasi Baudrillard dalam arsitektur dan desain urban yang tepat. Di proyek ini seperti halnya di Universal Studios, kita diskenariokan dan disimulasikan untuk seolah-olah sedang berjalan, beraktivitas dan menyelami beragam bangunan dan ruang-ruang kota yang sebenarnya semu.Konsekuensi berada di ruang-ruang simulasi atau simulacra ini, pengunjung biasanya dipaksa dan disterilkan perilakunya (controlled behaviour) agar sesuai dengan kategori perilaku urban versi mereka, yang sebenarnya tidak real dan alamiah. Sebuah realitas fasisme baru dalam urbanitas kita.

Jika kebetulan berada di Singapura, cobalah mampir ke Bugis Junction. Di proyek ini, tiga buah persimpangan jalan yang terdiri dari deretan ruko tua dipreservasi dan dikonversi menjadi sebuah shopping center modern yang sukses. Uniknya, seluruh badan jalan dipayungi oleh struktur skylight kaca, lengkap dengan AC pendinginnya. Di sini, pengunjung disimulasikan untuk berjalan dan berbelanja di deretan ruko tua yang secara fisik memang asli, namun dalam suasana yang berbeda, lebih nyaman dengan penghawaan udara dan lebih dramatis dari aslinya. Disini kita dibawa ke ruang dalam yang sebenarnya adalah ruang luar, dan sebaliknya ruang luar yang sebenarnya ruang dalam.Jika ditarik ke tataran yang lebih luas, sebagian orang menganggap bahwa dunia simulasi yang bersifat hiper-realitas ini adalah representasi wajah kebudayaan pascamodern, dimana budaya massa, budaya populer, konsumerisme dan nilai tanda menjadi sangat dominan.

Di luar perdebatan apakah pascamodernisme ini adalah pengganti ataukah sekedar perpanjangan proyek modernisme yang belum usai, fenomena-fenomena di diatas setidaknya mirip dengan beberapa ciri budaya pascamodern yang diungkap sosiolog Ariel Heryanto: menguatnya sistem tanda ketimbang makna, emosi ketimbang rasio, media ketimbang isi, permainan ketimbang keseriusan, fiksi ketimbang fakta dan estetika ketimbang etika.Karena itulah Baudrillard kemudian memetakan pascamodernisme sebagai kaca mata pembacaan realitas dan metode analisa kritis kebudayaan kontemporer.

Motivasi-motivasi realitas pascamodernisme ini sendiri kemudian disinyalir sebagian pihak sebagai konsekuensi dari kuatnya hegemoni sistem kapitalisme lanjut (late capitalism), yakni kapitalisme yang mengalami mutasi dari sistem kapitalisme awal. Kapitalisme yang menjadikan faktor konsumsi sebagai determinan utama ketimbang produksi. Kapitalisme yang berusaha mengglobalkan konsumerisme, budaya massa dan budaya tontonan melalui jaringan informasi terkini dan perusahaan multinasional sebagai agen-agennya. Kapitalisme yang secara laten berhasil menjadi sutradara besar yang mampu menyetir dan menskenariokan perilaku budaya masyarakat dewasa ini.


Oleh karenanya, sepakat atau tidak, fenomena hiper-realitas kota dan arsitektur ini tampaknya telah menjadi bagian dari paras kebudayaan kontemporer dunia dewasa ini. Di lain pihak, beragam skenario kebudayaan arahan sutradara kapitalisme lanjut lainnya tampaknya akan terus tampil menggoda dan menguras stamina psikologis kita. Pilihannya hanyalah antara diam dan menyerah kalah, atau sebaliknya bersiaga menjaga stamina untuk tetap bisa mencari alternatif-alternatif budaya berkota yang lebih sehat dan lebih baik.

Sebuah tugas yang tidak ringan memang.

Share:

Pangrango, Lembah Mandalawangi yang Istimewa.

Buat kamu yang menyukai naik gunung pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Lembah mandalawangi dan Gunung Pangrango, wisata alam yang satu ini tidak boleh dilewatkan, banyak tantangan dalam medan perjalanan yang bisa didapatkan sensasinya, romansa keindahan alam khas dari sang pencipta Allah SWT.
Gunung Gede Pangrango, Gunung Tertinggi Ke dua Di jawa barat.
Gunung ini merupakan gunung tertinggi nomor dua di provinsi Jawa Barat setelah Gunung Ceremai (3.084m dpl). Gunung Pangrango(3.019m dpl) terletak bersebelahan dengan Gunung Gede yang masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Gunung Pangrango sendiri terdapat pada tiga kabupaten yakni kab.cianjur, kab.bogor, dan kab.sukabumi, Jawa Barat. tidak sedikit waktu yang harus di tempuh untuk sampai ke Puncak, membutuhkan waktu selama 7 jam pendakian, selain hal itu kita harus menyiapkan fisik yang prima agar pendakian berjalan lancar. setelah Perjalanan panjang yang melelahkan selama 8 jam kita akan di suguhkan pemandangan yang menghanyutkan. Pesona dataran tinggi yang menawan akan menjadikan pemandangan yang tidak tidak akan dilupakan sepanjang hidup kita, kira-kira begitulah ungkapannya.

Di selimuti bintang-bintang alam di Mandalawangi
Gunung ini merupakan salah satu gunung di jawa yang lumayan ketat dalam pemberian ijin mendaki. secara umum ada 3 jalur resmi untuk menuju Puncak Pangrango yakni antara Cibodas, Salabinata, dan Gunung Putri. Saran jika kita ingin mendaki ke Gunung Pangrango alangkah baiknya jika kita mengambil jalur Cibodas, dikarenakan jarak tempuh ke puncak yang lebih singkat di bandingkan 2 jalur yang ada lainnya, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 8 -9 jam. 

Gunung ini dapat dikatakan sebagai salah satu gunung yang memiliki birokrasi perijinan paling rumit di tanah jawa, jika kita ingin melakukan pendakian, kita diharuskan mendaftar secara online untuk kemudian dilakukan validasi untuk mendapatkan simaksi(surat izin masuk hutan konservasi) secara on the spot. untuk hal perizinan ini dapat dilakukan di situs booking(dot)gedepangrango(dot)org.


Lembah Mandalawangi.
“Lembah Madalawangi” yang berada di puncak Gunung Pangrango terdapat lautan awan yang membentang menghiasi mata sejauh pandangan. sampainya di sini yang dapat kita rasakan hanyalah keindahanan, keindahan dan kenyamanan, tidak ada kebisingan dan jauh dari kehidupan kota yang terkesan monoton. kita akan benar- benar merasakan sensasi menyatu dengan alam di sini, terdapat hal yang paling menarik di sini, di Lembah Mandalawangi ini, kita dapat menemukan bunga yang sangat fenomenal yakni "bunga abadi", bunga yang tidak dapat kita temukan disembarang tempat ini, dapat kita temukan di puncak Pangrango, Lembah Mandalawangi. 

keidahan bunga abadi ini sangat mengesankan, berwarna putih bersih. berbeda dengan bunga abadi khas pegunungan tinggi eropa, edelweis di Indonesia adalah jenis Anaphalis Javanica, sedangkan eropa adalah Leontopodium Alpium.


Anaphalis Javanica dikenal populer sebagai Edelweiss Nusantara, tumbuhan Endemik di berbagai dataran tinggi di Indonesia,
tumbuhan ini dinyatakan Kritis eksistensinya, Bahkan Di Bromo, tumbuhan ini dinyatakan telah Punah.
Bunga-bunganya akan muncul di antara April dan Agustus.

Bersamaan dengan edelweis, pemandangan lain yang tidak kalah menakjubkanya adalah peristiwa alamiah tenggelam dan terbitnya matahari (Sun Rise), tidak mengherankan jika kita menikmati indahnya matahari yang bersinar diantara lautan awan-awan, pastinya keindahan ini tidak dapat dibayar dengan apapun dan bersiap-siaplah untuk menikmati keindahan alam karya sang pencipta yang denganya semoga kita dapat bersyukur dan terus beryukur. 


Sunset di pangrango, peristiwa alam yang dengan spot yang sangat indah.
Rute Dan Tips
Rute Gunung Gede Pangrango
Rute Gunung Gede
Peta Akses Gunung Gede Pangrango, Lembah Mandalawangi.
Rute menuju gunung gede pangrango sangat mudah dan tersedia dari berbagai arah, jika kita berangkat dari jakarta menggunakan kendaraan pribadi,  Dapat melalui Tol Jagorawi-Tol Ciawi-jurusan Puncak/Bandung- Puncak Pass -Pertigaan Paragajen-Cibodas- Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. ada restribusi (mobil dan kendaraan roda dua Rp.5000,- dan setiap penumpang Rp. 1000,-/orang).

Sebelum merencanakan keberangkatan ke Sini, setiap pendaki wajib mengurus Simaksi (Surat Izin masuk kawasan konservasi), Batas Waktu maksimal mendaki adalah 2 hari 1 malam, apabila berencana lebih dari 2 hari 1 malam, maka diwajibkan untuk melakukan pendaftaran Simaksi dengan biaya pengurusan 2x Harga normal, untuk pendakian di wajibkan bergroup dengan minimal personil 3 orang dan maksimal personil 10 orang dengan minimal ada 1 personil yang sudah pernah mendaki sebelumnya atau dapat menggunakan jasa pemanduan, proses pengambilan Simaksi dapat dilakukan pada hari senin-kamis pukul 08.00-15.30 Wib, jum'at-minggu 09.00-15.00 wib, tidak melayani pengambilan saat hari libur nasional.

Harga Tiket Masuk.

Domestik (hari kerja): 29.000 per orang 
Domestik (hari libur): 34.000 per orang 
Pelajar domestik (hari kerja): 17.500 per orang  (harus 10 orang per grup dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa)
Pelajar domestik (hari libur): 19.000 per orang  (harus 10 orang per grup dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa)
.
Wisatawan asing (hari kerja): 320.000 per orang 
Wisatawan asing (hari libur): 470.000 per orang 


“seperti gunung, seperti di pantai, manusia tidak bisa tidak berbicara untuk dirinya sendiri. Alam tidak memaksa manusia melakukan perkerjaan kita yang membosankan, atau membanjirimu dengan informasi-informasi yang kita tidak perlu tahu. Gunung-Gunung menyambut sebagai bagian dari semesta-semesta dan membuat kita tertegun mengenai jalan-jalan yang pernah atau belum pernah kita tempuh.”


akhir kata, 
semoga bermanfaat,
salam
Share:

Candi Borobudur Yang Melegenda

Candi Borobudur, Kebanggaan Indonesia, Warisan Dunia.
Borobudur Merupakan sebuah candi Buddha terletak di Borobudur, Kota Magelang, Jateng, Indonesia. Candi Yang Mirip bentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada abad ke 8 atau 800 Masehi di masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi ini adalah candi atau kuil Buddha yang juga salah satu monumen paling besar di dunia.

Borobudur Candi
Setelah Angkor Wat (Kamboja) Borobudur adalah Candi Budha Terbesar di dunia.
sekaligus menjadi situs warisan dunia yang terdaftar di UNESCO world Herritage site

Borobudur hingga kini digunakan masih di gunakan untuk ziarah keagamaan, tiap tahunya umat Buddha datang tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari mancanegara berkumpul di Bororbudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Selain untuk tempat ziarah keagamaan, Borobudur juga merupakan objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Bangunan keagamaan purbakala yang disebut candi merupakan istilah yang lebih luas untuk merujuk kepada bangunan-bangunan purbakala yang berasal pada masa Hindu-Buddha di Nusantara, seperti gapura, gerbang dan petirtaan (kolam dan pancuran pemandian).

Belum ada data pasti mengenai asal mula Penamaan Borobudur, Referensi terdekat yang dapat dikaitkan dengan awal penamaan borobudur ini muncul dalam buku "Sejarah Pulau Jawa" karya Sir Thomas Raffles. Selain Referensi awal penamaan Borobudur ini, belum ada lagi kaitan penamaan-penamaan lainya yang sama persis, adapun yang mungkin masih bisa terkait adalah naskah kuno nagarakertagam Karya Mpu Prapanca abad ke 13.

The History of Java Merupakan sumber referensi penamaan untuk Borobudur yang terdekat selain naskah kuno Negara kretagama.
Candi yang dipercaya di bangun pada abad ke 8 ini memiliki bentuk menyerupai Stupa dan di rancang pada masa wangsa syailendra.

Candi Ini diapit oleh 2 pasang gunung kembar yakni dibarat laut gunung sumbing dan gunung sundoro, dan di sebelah timur laut gunung merbabu dan gunung merapi. selain 4 buah gunung tersebut yang mengapitnya candi borobudur juga terletak secara garis lurus dengan 2 candi lainya yang letaknya tidak jauh dari Borobudur.

Candi Borobudur terletak secara garis lurus dengan candi Pawon dan Candi mendut.
Dipercaya dahulu terdapat jalan setapak dengan lapisan batu yang menghubungkan ke 3 candi ini, namun fakta yang ada mengenai keterikatan yang ada antara ke 3 candi ini masih di ragukan. namun legenda-legenda yang ada dipercaya gugusan 3 candi 4 gunung dan sungai-sungai ini menjadi sebuah "taman pulau jawa dan dataran kedu" yang dikenal akan kesuburan dan keindahan alamnya.

Dataran Kedu, Merupakan sebuah dataran yang dianggap suci, candi ini di bangun diatas danau.
kebanyakan candi yang ada dibangun pada sebuah tanah yang datar, tidak demikian dengan candi Borobudur. candi ini di bangun diatas bukit dengan ketinggian 265 meter diatas permukaan laut. dan 15 meter diatas Danau Purba. Para peneliti mencatat bahwasanya pembangunan candi ini dilakukan diatas sebuah danau utuh, atau lebih tepatnya berada di tengah-tengah danau yang kini telah mengering, walau masih menjadi perdebatan, keberadaan danau purba ini menjadi perbincangan hangat.

Menurut peneliti dan Pakar Arsitektur Hindu Budha dari Belanda Wijnand Otto Jan Nieuwenkamp alias W.O.J.N. candi Borobudur ini merupakan pengistilahan sebagai bunga teratai yang mengapung diatas danau. karena menurut teorinya dahulu lokasi ini adalah sebuah danau purba dan teori ini masih di pakai hingga sekarang. Mengapa bunga teratai yang dipilih, menurut ikonografi (cabang sejarah seni yang mempelajari identifikasi, deskripsi dan interpretasi isi gambar) bunga teratai baik bunga teratai warna merah, biru, putih, dapat ditemukan dengan mudah dalam seluruh ikonografi kesenian budha.

Dipercaya sebagai inspirasi bentuk dari Borobudur yang memiliki karakteristik unik, bunga ini begitu mudah di temukan dalam ikon-ikon agama budha.
Penampang dan Rasio Candi borobudur. mulai dari kaki tubuh kepala, dengan perbandingan 4,6 dan 9.

Denah Borobudur memyerupai lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha yakni Mandala
Kamadhatu (Merah) Bagian kaki Borobudur melambangkandunia yang masih dikuasai oleh kama atau "hawa nafsu". Bagian Ini dibuat dengan struktur batu andesit. 

Rupadhatu (Kuning Tua/Orange) Empat tingkat teras yang membentuk sebuah lorong yang mengelilingi candi, yang pada dinding-dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli untuk kemudian dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Panjang relief 2,5 km dengan 1.212 panel berukir dekoratif. Makna Rupadhatu ialah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk (Alam Bawah dan Alam Atas)

Arupadhatu (Warna Kuning) sangat berbeda dengan lorong-lorong yang ada pada Rupadhatu yang memiliki banyak relief-relief, di sini mulai lantai lima hingga tujuh dinding-dindingya tidak berelief. makna dari ini dinamakan Arupadhatu  berarti tidak berupa/tidak berwujud. untuk Denah lantai membentuk lingkaran, tingkatan ini melambangkan alam atas yang mana manusia telah terbebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai ke nirwana.

Ketiadaan wujud sempurna dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi di puncak candi.
Puncak Tertinggi candi Borobudur.
whc.unesco.org
Stupa ini dibiarkan kosong yang dapat dimaknai dengan kebijaksanaan tertinggi, ketiadaan dan kesunyian di mana jiwa manusia sudah tidak terikat keinginan, hasrat nafsu dunia, dan tidak terikat bentuk, serta terbebas dari lingkaran samsara dan seperti terlahir kembali.

Bila berminat untuk berkunjung, berikut peta wisatanya.

Peta Wisata Kawasan Borobudur, Jarak Antara Satu Tempat dengan Tempat yang lain sangat berdekatan sehingga memudahkan kita yang ingin berganti-ganti tempat wisata di waktu yang bersamaan.

Bagi Anda Yang Ingin Ke Borobudur, Berikut Rute Singkatnya.

Untuk Udara dapat di lalui dengan Transit di Bandara Adi Sucipto(Jogja) atau Ahmad Yani (Semarang) untuk kemudian dilanjutkan dengan jalur darat menggunakan bus dan angkutan umum dari terminal giwangan. untuk kemudia naik bus jurusan candi Borobudur, setelah sampai terminal candi borobudur dapat dilanjut dengan dokar(Kuda) dan Becak, atau dengan berjalan kaki selama 10 menit sejauh 500m.

Untuk Kamu yang ingin menggunakan kendaraan pribadi dari jogja rutenya adalah jogja-magelang-sleman-tempel-salam-muntilan-mendut ditempuh paling lama 1,5 jam dengan jarak 45 km.

sedangkan dari arah semarang Rutenya adalah Semarang-ungaran-bawen-ambarawa-pringsurat- secang-terminal Magelang-kemudiandari magelang naik bus jurusan borobudur. jarak tempuh dari semarang ke jogja 90 km dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dan dilanjut dari jogja magelang 30 menit.

5 Tips Ke Borobudur.

1. Bawa Barang Secukupnya, karena rutenya dari bawah sampai ke puncak borobudur jauh.
2. Cari suasana yang teduh seperti pagi hari atau sore hari, karena terik matahari pada waktu siang cukup panas.
3. Bawa  Minum yang cukup, pakai baju yang nyaman misalnya katun.
4. Datanglah pada bulan juni, juli, agustus, karena candi borobudur sendang manis-manisnya.
5. Bawa Handphone yang fully charge, dengan power bank tambahan dan memori eksternal yang cukup khusus foto-foto menikmati indahnya alam Borobudur.

yang terkahir, jaga kebersihan, dilarang memanjat stupa, jaga tutur kata ketika di Borobur, dan terakhir Berdoa supaya pengalaman ketika di Sana dapat menjadi inspirasi betapa Indahnya Indonesia dan kita dapat menjaganya.

" Keindahan indonesia adalah berkah, denganya kita wajib menjaganya, karena jika bukan kita, lantas siapa?" 


akhir kata semoga bermanfaat.

salam hangat.
Share:

7 Arsitek Muda Indonesia Yang Menggetarkan

Arsitek merupakan sebuah profesi di sektor kreatif yang selalu berperan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Arsitek biasanya akan merancang sebuah bangunan berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang di milikinya dengan desain menarik agar enak dilihat dan nyaman digunakan. Saat ini di Indonesia mulai bermunculan arsitek-arsitek yang dapat dikatakan muda dan berbakat. Bahkan beberapa arsitek muda Indonesia telah berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Waktu adalah pengalaman Terbaik

Berikut adalah beberapa Tokoh arsitek Indonesia yang namanya selalu menjadi acuan arsitek dan calon arsitek(Mahasiswa Arsitektur) untuk mengupgrade kemampuan berfikir dan menganalisa berdasarkan arsitek idolanya.

7. Baskoro Tedjo
Tedjo Baskoro
Baskoro Tedjo
Baskoro Tedjo selalu mendesain sebuah bangunan berdasarkan karakter dari para pemakainya(client) untuk kemudian di sinergikan kedalam sebuah rekayasa konstruksi yang ideal. Menurutnya, karakter pemiliknya merupakan sebuah landasan yang tercermin didalam suatu desain dari awal perancangan. Pendekatan budaya-budaya dan kekuatan site project digabungkan hingga memperoleh desain yang dapat dikatakan ideal. Sebagai contoh salah satu karya desainnya yakni Selasar Sunaryo Art Space di Bandung, jawa barat, yang saat ini dibuka sebagai obyek wisata.

selasar sunaryo
Selasar Sunaryo, selain sebagai tempat dialog, tempat ini juga digunakan untuk wisata.
sunaryo selasar
Model cafe-cafe dengan konsep terbuka dan Rustic.

6. Yu Sing
Yu sing
Yu Sing salah satu arsitek favorit penulis,
  gaya arsitekturnya yang bisa dikatakan sangat identik dan berkarakter.

Yu Sing merupakan seorang arsitek muda yang lahir di Bandung, jawa barat,  pada tanggal 5 Juli 1976 dan dikenal dengan karya arsitekya unik. Yu Sing merupakan lulusan dari pendidikan aritektur di Institut Teknologi Bandung tahun 1999. kemudian Setelah lulus ia mendirikan studio arsitek baru yang dinamakan Genesis dan setelah berkembang, di tahun 2011 diubah menjadi Akanoma. Studio arsiteknya ini berkiprah dalam biro konsultasi/ konsultan aritektur dalam desain kontemporer yang ramah lingkungan. Keramahan terhadap lingkungan selalu menjadi landasan dalam merekayasa desain bangunanya. salah satu contoh karya arsitekturnya adalah Menara Phinisi UNM


UNM menara phinisi
Menara Phinisi UNM
mengadopsi falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan (Sulapa Eppa / empat persegi)

5. Ahmad Djuara
arsitek ahmad djuara
Ahmad Djuara
Sang Arsitek ini telah banyak memenangkan penghargaan, antara lain IAI Award untuk Sugiharto Steel House yang didapatnya pada tahun 2002 dan Rumah Wisnu di 2008, yang keduanya dibangun di Jakarta. Sebelum mendirikan perusahaanya sendiri Ahmad Djuhara pernah bekerja menjadi salah satu Arsitek di PAI ( Pacific Adhika Internusa) pada tahun 1992 sampai 1998. Kemudian membuat perusahaan konsultan arsitektur di Djuhara + Djuhara bersama Bersama sang istri, yaitu arsitek Wendy Djuhara, yang juga menerima beberapa penghargaan dari IAI untuk karyanya Shining Stars TK dan Tanah Teduh House, yang keduanya berada di Provinsi Jakarta.

Steel House sugiharto
Sugiharto steel House,
salah satu karya dari ahmad djuara yang jika dilihat sepintas mirip karya arsitek Kengo Kuma dari jepang yang juga memanfaatkan lempeng stainless steel dan rangka baja untuk membuat rumahnya.

Karya Kengo Kuma arsitek jepang, yang juga memanfaatkan lempengan Stainless steel dan Rangka Baja.



4. Budi Pradono

Arsitek Budi Pradono
Budi Pradono Arsitek
Pria yang lahir pada tahun 1970 dan merupakan lulusan jurusan arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana Jogjakarta ini, telah memenangkan banyak sekali penghargaan berkat konsep rancangannya yang selalu bertema kontemporer arsitektur hijau ramah lingkungan mirip-mirip konsep yang dimiliki yusing. salah satu contoh karya Budi pradono adalah Rumah Miring yang terletak di pondok Indah.

Budi Pradono rumah miring
Rumah Miring Budi pradono.



Budi Pradono Rumah Miring
Rumah Miring ini digunakan untuk menyentil para pesohor yang kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.

3. Imelda Akmal

Imelda akmal
Salah satu Srikandi arsitektur Indonesia yang paling berkiprah.



Arsitek selanjutnya adalah Imelda Akmal, satu wanita dari dominasi jajaran arsitek top yang ada di indonesia, namun kiprah terbesar Imelda Akmal adalah dalam bidang edukasi penulisan dan peliputan desain-desain arsitektural yang di masukan kedalam buku IAAW (Imelda akmal Writel). dalam tulisan-tulisanya Imelda Meliput banyak sekali Bangunan bangunan yang ada di indonesia baik dari Desain Hotel hingga Rumah, mulai dari dapur hingga ke garasi, semuanya di liput dengan gaya yang khas. tulisan Imelda akmal banyak terinspirasi dari Prof. Josef Prijotomo.


Imelda akmal writer
Cetakan - Cetakan Imelda akmal writer studio

2. Ridwan Kamil
Foto Ridwan Kamil
Ridwan Kamil
kang emil (Sapaan akrabnya)
Arsitek yang memiliki perusahaan sendiri yang dinamakan URBANE ini memiliki banyak sekali prestasi baik dalam bidang edukasi pendidikan arsitektur di indonesia maupun dalam kiprahnya dalam profesi arsitek. arsitek lulusan bandung ini memiliki jam terbang tinggi di bidang arsitektur, sebelum menekuni bidang arsitek Ridwan kamil meluluskan diri dalam jurusan arsitektur ITB bandung, kemudian melanjutkan pendidikan ke university California Berkeley, Amerika. setelah sukses di bidang arsitektur, Ridwan kamil mencoba di bidang politik dan berhasil menjadi walikota bandung pada tahun (2013-2018). 

Berkat kemampuanya Urbane banyak dianugerahi penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010, Kemudian BCI Green Award untuk karya fenomenalnya Rumah Botol Bekas.

Ridwan Kamil Rumah Botol
Rumah Botol merupakan kediaman Pribadinya yang idenya diambil ketika banyak botol minuman energi yang berceceran  bekas di gunakan para pekerja, kemudian munculah ide untuk memanfaatkanya.



1. Andra Matin

Arsitek andra Matin
Arsitek indonesia yang menggetarkan

kurang lengkap rasanya jika tidak memasukan Andra matin kedalam daftar Arsitek muda Indonesia yang menggetarkan. Laki-laki Berkacamata yang memiliki hobby traveling ini mendirikan Andra Matin Architects pada tahun 1988 dan banyak mengerjakan proyek-proyek yang beragam. karyanya yang diterima baik dan cukup menjadi perhatian adalah Galeri Dia.Lo.Gue di kawasan kemang, Kemudian Potato Head di jakarta dan bali. Sebelum mendirikian Perusahaanya sendiri andra Matin pernah bekerja di Graha Cipta Hadiprana Consultan.

Penghargaan IAI yang pernah di dapatnya

- IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Award untuk Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design, 1999
- IAI Award untuk Gedung Dua8 di Kemang, Jakarta Selatan, 2002
- IAI Award, Conrad Chapel di Bali (bersama Antony Liu dan Ferry Ridwan), 2006
- IAI Award, Javaplant Tawangmangu, Jawa Tengah, 2006
- Wallpaper Architecture Directory juga menobatkan Andra Matin sebagai salah satu arsitek dari 101 arsitek paling berkiprah di tahun 2007

Galeri Dia Lo Gue
Galeri Dia.Lo.Gue.
Simpel, Catchy, "Bersih"
Galeri Dia Lo Gue
Interior Dia.Lo.Gue
Minimalis, Eksentrik, "Bersih"

“arsitektur tidak mempunyai tujuan pribadi, tetapi bertujuan mengabdi pada manusia, kemanusiaan, masyarakat Raya dan jika ada kepercayaan, mengabdi kepada tuhan“
Prof. Dr. Ir. Parmono Atmadi


Akhir Kata,

Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat.
Share: