Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

7 Tips Mengajukan KPR agar Lolos.

Minat masyarakat untuk memiliki rumah tinggal yang layak untuk dirinya sendiri dan keluarga semakin besar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya antusias masyarakat dalam memanfaatkan program Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Maraknya minat masyarakat Indonesia dalam memperoleh rumah ternyata ditanggapi positif oleh pemerintah. Di mana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan program KPR bersubsidi, atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). KPR FLPP memang ditujukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ke bawah baik itu tetap maupun tak tetap.

Adanya program KPR ini tentunya akan membantu masyarakat untuk memiliki rumah, khususnya bagi yang belum memiliki rumah dan memiliki pendapatan terbatas. Apalagi bunga yang dibebankan kepada calon pemilik rumah juga sangat kecil, yaitu hanya sebesar 5% per tahunnya. Ditambah lagi, cicilan utang KPR bisa dilunasi sampai lima belas hingga dua puluh tahun ke depan. Menarik bukan?

Walaupun begitu, tetap ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, namun dipastikan syarat tersebut tidak akan terlalu menyulitkan. Karena program ini memang ditujukan untuk masyarakat berekonomi rendah yang memang tidak bisa diberikan persyaratan yang memberatkan, terutama secara finansial. Tujuan dari mudahnya persyaratan ini adalah agar subsidi bantuan pemerintah disalurkan dengan tepat sasaran. . Kemudian ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh para konsumen yang akan mengajukan KPR FLPP, antara lain 


1. Belum Punya Rumah Sama Sekali


Syarat ini adalah yang paling mutlak harus dipenuhi, di mana calon pemilik rumah sama sekali belum memiliki rumah sama sekali. Karena tujuan dari program ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah pertama. Jangan sekali-sekali berbohong, karena pengajuan Anda akan dicek hingga ke Bank Indonesia. Apabila Anda ternyata pernah memiliki rumah, maka dipastikan pengajuan tidak akan diterima.

2. Belum Pernah Menerima Subsidi


Dengan memastikan hal ini, maka obyek yang berhak untuk mendapatkan KPR FLPP yaitu masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah sudah bisa terpenuhi. Walaupun konsumen belum pernah memiliki rumah, kemungkinan bank untuk menolak pengajuan KPR jelas lebih kecil. Contoh subsidi yang dianggap akan menggagalkan pengajuan KPR  FLPP adalah sudah menerima rumah susun sewa (Rusunawa) dari pemerintah secara gratis.

3. Penghasilan Maksimal 4 Juta Perbulan


Ketentuan penghasilan maksimal ini merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh kementerian PU dalam hal mengajukan KPR FLPP. Di mana Anda harus memiliki penghasilan paling banyak sebesar Rp4 juta per bulan. Jumlah ini jelas sangat "bersahabat" bagi  Anda yang masih memiliki penghasilan relatif rendah. Memang, terkadang ada beberapa pihak nakal yang merubah slip gaji menjadi lebih rendah agar bisa mendapatkan layanan ini. Meskipun begitu, pihak-pihak tersebut tidak akan lolos dari pantauan para analis. 

4. Rumah Harus Diisi Sendiri


Setiap konsumen yang mengajukan KPR jenis ini memang diwajibkan untuk menempati sendiri rumahnya. Tujuannya kembali ke awal, agar tepat sasaran dan tidak dijadikan produk komersil. Kenapa, terkadang ada beberapa orang yang membeli rumah hanya untuk disewakan kepada orang lain untuk mendpat pendapatan pasif atau untuk membantu membayar cicilan bulanan kreditnya. Tapi, bagi rumah yang dibeli lewat KPR FLPP, hal ini tidak akan berlaku. Karena, bila sudah menerima kunci rumah, Anda tidak dapat membiarkan rumah tersebut kosong, dan harus segera ditempati.

5. Melengkapi Dokumen yang Diperlukan




NPWP dapat diibaratkan sebagai salah satu dokumen terpenting dalam mengajukan KPR jenis ini. Selain dapat mempermudah dalam proses pengajuan KPR, dokumen penunjang lain yang dapat mempermudah adalah melampirkan surat keterangan penghasilan dari perusahaan tempat Anda bekerja. Sehingga dapat dipastikan konsumen yang mengajukan berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. 

6.Memiliki Status Kepegawaian Tetap


Meskipun pegawai kontrak juga bisa mengajukan KPR FLPP, tapi kesempatan untuk mendapatkan layanan ini jelas lebih kecil dari yang sudah memiliki pekerjaan tetap. Hal ini penting bagi bank, tujuannya agar ada rasa aman bagi mereka untuk memberikan kredit. Karena dengan punya pekerjaan tetap. Kemungkinan untuk terjadi kredit macet jelas lebih kecil.

7. Berdoa


Setelah Mengajukan Kepihak Bank, berdoalah agar hati menjadi tenang dan apabila semua persyaratan diatas sudah terlengkapi tidak ada alasan bagi pihak bank untuk menolak proposal pengajuan kpr yang kamu ajukan, semoga tips sederhana diatas bisa sedikit membantu ya, semangat.


Source : www. Cermati.com
Share: