Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

Islam Pernah Berkuasa Di Spanyol (Baca, Peninggalan Islam Di Spanyol)

Bismillahirrahmanirrahim
.
Al-Andalus (bahasa Arab) merupakan nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang dikomandoi oleh umat muslim, atau bangsa Moor kala itu, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492. Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan pemaknaan ini tentu saja memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia.
Ilustrasi Peradaban Islam Dahulu
Flickr.com

The Battle Of Higueruela Spain, 1 Juli 1431, Pertempuran Antara Juan II dari Kastila Pimpinan Alvaro de Luna Melawan Pasukan yang setia kepada Muhammad IX
flickr.com
Read More...
Masa kekuasaan Islam di Iberia (Spanyol dan Portugal Kini) dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad dapat mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), namun kemudian berubah menjadi sebuah keamiran (750-929, keamiran adalah sebuah pengertian sebuah kota yang di Pimpin oleh seorang Gubernur/Pangeran), dan kembali lagi menjadi kekhalifahan sendiri (929-1031), kemudian akhirnya terpecah menjadi "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil (1031-1492).


Thariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto, adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus pada tahun 711 M.
Google.com
Kemajuan Al-Andalus tentu sangat ditentukan akan adanya penguasa yang kuat, berwibawa dan memiliki integritas yang tinggi yang dapat mempersatukan, dan memperkokoh kekuatan-kekuatan umat Islam yang lainya, seperti Abdurrahman I, Abdurrahman II, dan Abdurrahman III. Keberhasilan politik pemimpin islam tersebut ditunjang oleh kebijaksanaanya yang memelopori kegiatan-kegiatan ilmiah yang terpenting di antara penguasa Bani Umayyah di Al-Andalus dalam hal ini adalah Muhammad I (852-886) dan Al-Hakam II (961-976).


Al-Hakam II adalah seorang khalifah Kordoba di Al-Andalus, dan putra dari Abdurrahman III. Ia berkuasa dari tahun 961 sampai tahun 976. Al-Hakam II mewarisi kekhalifahan setelah kematian ayahnya.
Google.com
Toleransi beragama ditegakkan oleh para penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan peradaban Arab Islam di Iberia(Spanyol &Portugal). Untuk umat Kristen, sebagaimana juga orang Yahudi, disediakan hakim khusus yang menangani permasalahan sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Masyarakat Al-Andalus merupakan masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai komunitas, baik agama maupun bangsa. Dengan tegaknya toleransi beragama disana, komunitas-komunitas ini dapat bekerja sama dan menyumbangkan kelebihannya masing masing.

Meskipun ada persaingan yang sengit antara Bani Abbasiyyah di Baghdad dan Umayyah di Al-Andalus, hubungan budaya dari Timur dan Barat tidak melulu berakhir dengan peperangan. Sejak abad ke-11 dan setetelahnya, banyak sarjana-sarjana yang mengadakan perjalanan dari ujung barat wilayah Islam ke ujung timur, sambil membawa buku-buku dan gagasan-gagasan yang mereka yakini, sehingga membawa kesatuan budaya dalam dunia Islam.


Masa itu, bahkan merupakan puncak kemajuan dalam ilmu pengetahuan, kesenian, dan kebudayaan Al-Andalus. Setiap penguasa di Malaga, Toledo, Sevilla, Granada, dan wilayah spanyol lainya berusaha menyaingi Kordoba. Kalau sebelumnya Kordoba merupakan satu-satunya pusat ilmu dan peradaban Islam di Iberia, Muluk ath-Thawa'if berhasil mendirikan pusat-pusat peradaban baru yang di antaranya justru lebih maju.


Kordoba merupakan salah satu kota utama Visigoth, yang kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa Muslim ini, kota ini dibangun dan di buat semakin indah. Jembatan besar dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah-tengah kota. Taman-taman dibangun untuk menghiasi ibu kota Al-Andalus tersebut. Pohon-pohon dan bunga-bunga diimpor dari Timur. Di seputar ibu kota berdiri istana-istana yang megah yang semakin mempercantik pemandangan, setiap istana dan taman diberi nama tersendiri dan di puncaknya terpancang Istana Damaskus. Di antara kebanggaan kota Kordoba lainnya adalah Masjid Agung Kordoba. Menurut Ibnu ad-Dala'i, terdapat 491 masjid di sana. Disamping itu, ciri khusus kota-kota Islam adalah adanya tempat-tempat pemandian. Di Kordoba saja terdapat sekitar 900 pemandian. Di sekitarnya berdiri perkampungan-perkampungan yang indah. Karena air sungai tak dapat diminum, penguasa Muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 km.


Peninggalan bangsa Islam di Andalusia (Spanyol) Tidak hanya dalam bidang politik, ekonomi, dan Kesusastraan. Dalam Bidang ilmu bangun (Arsitektur) juga tidak kalah megahnya yang hingga kini masih terawat dengan baik, di spanyol kita dapat melihat bangunan-bangunan yang khas dan memiliki karakteristik yang sama dengan budaya bangunan timur pada umumnya.


Alhambra (Granada)

Alhambra (bahasa Arab: الحمراء = Al-Ħamrā'; berarti "merah") adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan bani ummayyah di Granada, Spanyol bagian selatan (dikenal dengan sebutan Al-Andalus ketika benteng ini didirikan), yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya. (wikipedia.org)


Alhambra adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan bani ummayyah di Granada, Spanyol bagian selatan, yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada
Flickr.com
Gerbang Alhambra, Spanyol, Juga di juluki The Tower Of Justice
Detail kaligrafi di sudut Alhambra.
Desain Langit-Langit yang di Alhambra.
Dekorasi Jendela Penuh dengan Ornamen dan motif-motif.
Tingkat Detail Yang cukup untuk menghabiskan waktu ketika mengerjakanya.
map of alhambra
Denah dari alhambra.
wikipedia.org
Sisi barat dari Alhambra, Nuansa indah dan nyaman.
Salah satu peinggalan terbesar bangsa moor yang pernah menguasai Spanyol, yaitu taman dengan air mancur dan patung-patung singa.

Masjid Kordoba


Mezquita atau Masjid Córdoba ialah sebuah katedral di Spanyol yang dahulu merupakan sebuah masjid. Pada masa kekuasaan Islam di Spanyol Córdoba adalah ibukota Spanyol di bawah pemerintahan dinasti Umayyah.


Masjid agung kordoba
flickr.com
Peluasan denah masjid kordoba pada masa penguasan islam di Spanyol.
Sama seperti model kolom yang ada di Indonesia, kolom-kolom masjid ini sangat khas dengan ornamen-ornamen islam.
flickr.com
Ruang Beribadah, kini masjid ini telah berubah fungsi sebagai katedral.
Migrab yang bertahtakan emas.
Ilustrasi Interior Masjid-katedral Al hambra
Bell Tower Masjid Kordoba


Puente Romano


Puento Romao 

Jembatan dengan panjang 400 m, lebar 40 m, dan tinggi 30 m ini merupakan warisan Islam yang sangat berharga di Cordoba. Jembatan ini direkonstruksi dan disempurnakan oleh penguasa Andalusia, Ibnu Malik al-Khaulani atas perintah Umar bin Abd al-Aziz pada 101 H. Jembatan yang dikenal pula dengan Jisr atau Qintharah Qurthubah ini disebut-sebut sebagai jembatan termegah pada masa itu dengan detail arsitektur yang sangat menawan


Palacio De Generalife


Di Spanyol, tak hanya Istana al-Hambra dengan keelokannya nan menawan yang diwariskan oleh peradaban Islam. Tak jauh dari istana tersebut ada pula Jannat al-Arif, sebuah istana megah yang dibangun penguasa Granada, Raja Nasrid Emir, sebagai tempat beristirahat dan rekreasi selama musim panas tiba. Tempat ini selain dipenuhi dengan aneka tanaman hias juga dipercantik dengan balutan ukiran kaligrafi khas Islam.


sebuah istana megah yang dibangun penguasa Granada, Raja Nasrid Emir, sebagai tempat beristirahat dan rekreasi selama musim panas tiba.
Visitgranada.com
Terdapat Kolam dengan air mancur dengan taman-taman, khas arsitektur bangsa Islam yang penah mendiami Spanyol (Moors)
(Wikipedia.org)

Tips Menuju Kordoba


1. Dari Jakarta, jika menggunakan Turkish Airline, pilih penerbangan ke kota besar terdekat Cordoba atau Granada, yakni Malaga, dengan waktu tempuh 4 jam 40 menit dari bandara Attaturk, Istanbul, Turki. Jakarta – Istanbul bisa ditempuh dalam waktu 12 jam.


2. Jarak dari Cordoba ke Granada kurang lebih 200 km, bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dengan mobil atau 3 jam dengan bus.


3. Saat di Cordoba, jangan lewatkan untuk membuat reservasi petualangan kuliner di La Casa de Los Campos (Bodega Campos), yang terletak di Calle Lineros. Sebuah kawasan khas kota tua Cordoba dengan jalan-jalan kecil dan bangunan peninggalan Moorish. Bangunan restonya terlihat kecil dari depan, tapi begitu masuk ke dalamnya, kita dibawa ke dalam lorong rumah yang  panjang, berliku-liku, dan di dalamnya pekarangan yang terbuka dan luas. Temukan kuliner lokal seperti salmorejo (sup labu kental) dan aneka tapas serta wine Cordoba yang berkualitas tinggi dan sangria.


4. Saat di Granada, selain Albayzin, nikmati juga daya pikat kota tua Granada dengan berjalan kaki di kawasan Sacromonte atau Paleo de Los Tristes.


5. Ada beberapa paket tur Andalusia dengan rute-rute yang berbeda. Salah satunya, Rute Chalifate yang menggabungkan Cordoba dan Granada. Ada pula rute ke Sevilla, Jaen, Almeria, dan Malaga.

(femina.co.id)



Menara Giralda (Sevilla)


Menara ini adalah sebuah bekas menara masjid dari zaman Almohad Sevilla. Selepas Sevilla diambil alih oleh umat Kristian sewaktu Reconquista(Penaklukan Kembali), bangunan yang dahulunya sebuah masjid agung ini ditukar menjadi sebuah katedral.pada tahun 1356 terjadi gempa besar yang merusak keseluruhan struktur dari bangunan ini, dan pada tahun 1401 di rekonstruksi ulang selesai, gereja ini merupakan salah satu dari gereja terbesar di dunia dan suatu contoh besar dari gaya arsitektur Gothik dan Baroque.
Giralda Tower di Sevilla, Spanyol, sebuah bukti Islam Pernah menguasai negara tersebut.
(google.com)
Terlihat jelas sebuah bangunan megah berdiri disampingnya, dahulu bangunan tersebut merupakan sebuah Masjid Agung.
(google.com)
Bagian Dalam Menara Giralda, Terdapat kaligrafi dan huruf kalimat latin yang beriringan. sebuah peninggalan yang sangat bernilai bagi umat muslim pada umumnya
(Visitsevilla.com)
Menara Giralda Saat Malam Hari.
“Kita tidak pernah ragu bahwa kembalinya kaum muslimin memegang peradaban dunia akan menjadi kenyataan, dan orang-orang yang berada di tempat jauh maupun dekat akan menyaksikannya. Akan tetapi saya berharap kita semua bersatu untuk membangun mercusuar peradaban agung ini. Allah berfirman: "Mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?' Katakanlah: 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat.'" (QS. al-Isra: 51)” 
Sebagai umat muslim saya merasa bangga sekaligus jujur sedikit kecewa dengan keadaan umat muslim dewasa ini, walaupun memang ada beberapa berita yang menggembirakan, namun kita tidak dapat menutup mata juga bahwasanya sekarang, umat islam seolah-olah terpecah-pecah, berdiri sendiri-sendiri dengan pemikiranya dan enggan kembali membaca-baca tulisan-tulisan, sejarah perkembangan islam untuk kemudian merenungi akar permasalahan ideologi yang sempat menguasai dunia ini.
Semoga kelak umat muslim, tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, dapat bersatu lagi, menjadikan agama ini sebagai agama yang rahhmatan lill ‘alamin, Agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam.
 “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”(QS. al-Anbiya: 107)
Semoga Bermanfaat.



Share: