Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

7 Taman Kota Paling Asik Se-Jakarta Raya

Patung Ekspresi.
Jakarta, yang dipenuhi hutan beton, rupanya masih menyelipkan lahan taman yang dapat dikatakan nyaman untuk sekedar mencari angin. Semuanya gratis dan kapan pun Anda bisa datang. Keberadaan taman tersebut dapat menjadi alternatif bagi Anda yang bosan dengan suasana-suasana akhir pekan yang itu-itu saja: mal, plaza, dan gedung-gedung tinggi.

7. Taman Ria Rio


Ria Rio waduk
Taman Ria Rio, Jakarta Timur.

Jalan Pulo Mas Utara Blok E No.1, Kayu Putih, Pulo Gadung, RT.7/RW.15, Kayu Putih, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210


Komunitas: Komunitas Peta Hijau

Fasilitas: Amphitheatre, trek lari, dan Wi-Fi

Sejarah: Pada 1950-an daerah ini berupa rawa. Pada masa Gubernur Ali Sadikin dibangun waduk untuk mengurangi genangan air dan banjir di wilayah ini. Nama Ria diambil dari kata "Riak", yang menggambarkan riaknya air waduk, dan Rio diambil dari nama pemimpin PT Pulo Mas Jaya, yaitu Rio Tambunan-selaku pengelola Waduk Ria Rio. Kondisi waduk sempat tak terurus, airnya bau karena bercampur limbah rumah tangga di sekeliling waduk, dan dipenuhi eceng gondok. Waduk ini mulai mendapat perhatian pada masa pemerintahan Gubernur Joko Widodo.

6. Taman Lapangan Banteng


Taman Lapangan Banteng
Lapangan Banteng
google.com

RT.9/RW.5, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Ingin melihat pameran flora dan fauna terbesar di Jakarta? Taman Lapangan Banteng adalah tempatnya. Berada di Jalan Lapangan Banteng, tepatnya di samping Hotel Borobudur dan di depan Kantor Kementerian Agama.

Tempat ini memang selalu dijadikan sebagai pameran flora dan fauna setiap tahunnya, selain itu juga sering dijadikan tempat wisata kuliner nusantara yang memamerkan hasil pangan nusa dan produk dalam negeri.

Komunitas: Pameran flora dan fauna setiap tahun

Fasilitas: Fitness park, lapangan bola, dua air mancur, Tugu Pembebasan Irian Barat, bangku taman, danjalan setapak

Sejarah: Taman Lapangan Banteng dulu berupa hutan serta rawa, dan dikenal sebagai tempat berburu binatang liar orang-orang kaya Belanda di Batavia. Sekitar 1970-an, taman ini sempat dipergunakan sebagai terminal bus untuk rute dalam dan luar kota. Namun, pada 1993, fungsi Lapangan Banteng dikembalikan lagi sebagai ruang terbuka hijau.

5. Taman Prasasti


Taman Prasasti
Flickr.com
Jl. Tanah Abang I No.1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, RT.11/RW.8, Petojo Sel., Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

Dahulu taman ini merupakan sebuah pemakaman dari warga negara asing (orang eropa) di era kolonialisme penjajahan Belanda. Namun pemerintah sudah menjadikannya sebagai salah satu Museum cagar budaya kota Jakarta.

Jika kebanyakan taman-taman kota di Jakarta tidak dipungut biaya sepeserpun, berbeda dengan Museum Taman Prasasti. Para pengunjung diharuskan membeli tiket masuk rp. 2000,00 

Baca Wisata ala little venice italy di cipanas
Baca 7 tempat yang paling hits di KRB(kebun Raya Bogor)

4. Taman Situ Lembang


Taman Situ Lembang
Jl. Lembang Terusan D-59, Kec. Menteng, RT.6/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910
Di taman tersebut kamu akan melihat sebuah danau buatan yang sering digunakan para pengunjungnya untuk memancing.

Bahkan taman ini pun merupakan sebuah tempat yang paling sering digunakan untuk take syuting Warkop DKI ketika masih eksis alias di masa-masa kejayaannya.

Taman yang bernama Situ Lembang ini pun banyak dikunjungi oleh anak-anak karena ada banyak arena untuk bermain seperti ayunan, putar-putaran, prosotan dan masih banyak lagi permainan lainnya yang bikin betah rekreasi keluarga.

Untuk lokasi tepatnya, ada di Jalan Lembang Terusan D-59, daerah Menteng Jakarta Pusat, gak seberapa jauh dari jarak ke Bundaran HI dan Stasiun Cikini. Hayoo buruan datang, ajak mantan gebetan kamu untuk mampir ke taman situ lembang, tempatnya sejuk banget banyak pohon-pohon rindang, bangku taman dan wifi gratis.
Asal usul Taman Situ Lembang bermula dari sebuah waduk Kali Cideng yang sudah dibangun pada masa pemerintahan Belanda tepatnya pada tahun 1926, sebagai tempat penampungan air yang berasal dari beberapa mata air.
Dan memasuki tahun 1960, ada sebuah panggung terbuka anak-anak yang sering dimanfaatkan oleh Sandiah atau yang lebih kita kenal dengan nama Ibu Kasur, yaitu pembawa acara Taman Indria di TVRI.
Situ Lembang, terdiri dari kata Situ yang memang terdapat waduk, sedangkan nama Lembang karena keberadaannya terletak di jalan Lembang.
Di tahun 1984, Dinas Pertamanan DKI Jakarta merenovasi taman tersebut dan menambah fasilitasnya dengan membuat 4 buah air mancur yang dipenuhi bunga teratai serta sebuah danau pemancingan umum.

3. Taman Ayodya


Taman Ayodya
Google.com
Jalan Lamandau III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130

Taman berikutnya yang memiliki penataan keren adalah Taman Ayodya di Jalan Mahakam II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman yang hanya berjarak 500 meter dari Terminal Blok M ini menjadi tujuan piknik favorit warga Jakarta di akhir pekan. Kelebihan yang dimiliki taman Ayodya adalah dekorasinya yang dibuat menyerupai panggung teater terbuka lengkap dengan gazebo untuk beristirahat.

Taman kota yang punya nama lain Taman Barito ini sebenarnya cukup nyaman untuk bersantai dengan segala hal yang dimilikinya. Hanya saja kehadiran pengemis, pengamen, dan pedagang asongan yang sering berkeliaran di area taman sedikit mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang untuk bersantai. Kehadiran mereka memang wajar mengingat Taman Ayodya adalah salah satu taman favorit yang paling banyak dikunjungi warga Jakarta.

2. Taman Menteng


Taman Menteng.
Flickr.com.
Jl. HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Inilah taman yang berada di sebelah tenggara Taman Suropati. Namanya Taman Menteng yang begitu terkenal karena sejarah pembangunannya. Seperti kita ketahui bahwa Taman Menteng dibangun di atas lahan stadion kebanggaan klub sepakbola Jakarta, Persija bernama Stadion Menteng. Itulah kenapa saat proses pembangunan dimulai banyak supporter Persija, Jakmania protes keras terhadap rencana pemerintah DKI untuk membongkar stadion bersejarah yang dibangun tahun 1921 tersebut.

Beberapa tahun berselang setelah taman ini jadi, banyak warga yang akhirnya merasakan sendiri manfaat keberadaan Taman Menteng. Bukan hanya menjadi taman terbuka hijau yang menyuplai udara segar bagi kawasan sekitarnya namun Taman Menteng kini telah menjadi salah satu landmark Jakarta. Fasilitas yang ada di taman ini pun terbilang cukup lengkap, ada lapangan futsal, basket, taman bermain anak dan tak ketinggalan area parkir. Taman yang beralamat di Jalan HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat ini disebut-sebut sebagai Central Parknya Jakarta layaknya di New York.

1. Taman Suropati


Taman Suropati.
@gamminopantsu(IG).
Jl. Taman Suropati, RT. 5 / RW. 5, Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310.

Taman yang mengisi waktu-waktu indah kecil penulis dulu nih, dulu jika hari minggu sering sekali jalan kesini.

Selain Taman Menteng, sekarang kita beralih ke sebelah barat laut. Disini ada sebuah taman rekreasi yang asik dan tidak kalah terkenalnya, yaitu bernama Taman Suropati. Sangat direkomendasikan jika kamu ingin mengunjungi taman ini, hendaknya ketika sore hari, terlebih ketika menjelang waktu senja.

Di taman tersebut, kamu bisa menemukan udara yang begitu segar, karena tertanam cukup banyak pohon dengan dedaunan rimbun.

Letak dari taman ini juga sangat strategis, alias mudah untuk kita temukan. Pasalnya ada di depan Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta. Kemudian di depan taman Suropati pun kamu bisa menemukan banyak sekali patung hasil karya para seniman ASEAN.

Apabila ingin berkunjung malam hari, terlebih ketika weekend, maka kamu akan disuguhi aksi dari para seniman jalanan yang tentunya sangat menghibur. Yang paling menariknya lagi disana ada sebuah pertunjukan dari band lokal atau indie, disertai dengan parade biola yang mengeluarkan suara aduhai merdunya.

Namun yang sangat disayangkan, lahan parkir di taman ini masih tidak tertata baik, bahkan ada sebagian pengunjung sering dikenakan tarif parkir dengan harga tidak masuk akal.

Jika kamu menyeberang ke bagian tengah jalan, maka akan ditemukan sebuah patung pahlawan Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi kuda. Di taman ini terdapat hamparan bunga sangat eksotis, khususnya ketika sore hari telah tiba, sembari menikmati suara air mancur akan menambah kesejukkan.

Sehingga jika kamu berada di taman ini, serasa tidak lagi berada di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta.

Sejarah dari Taman Suropati pertama kali dikenal dengan nama Burgemeester Bisschopplein, sebuah nama yang diambil dari wali kota Batavia (Jakarta) pertama yakni G.J Bisshop di tahun 1916 sampai 1920. Kemudian berganti nama menjadi Taman Suropati, nama ini sendiri diambil dari Untung Suropati, seorang pahlawan nasional yang berasal dari Bali.


Tepikanlah waktu untuk sejenak, menikmati karunia alam bumi pertiwi, mesti kita pahami bahwa hidup mesti di terus di syukuri.

Semoga Bermanfaat Guys
Share: