Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

Potret ngenes fasum DKI jakarta (#jakartacantik)

Jakarta Adalah Ibu kota negara Indonesia, didalamnya terdapat beragam aktifitas warganya. niatan baik sudah coba dilakukan mulai dari reformasi birokrasi, transparansi anggaran, menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup untuk warga dan pendatang, hingga penyediaan fasilitas umum yang layak, namun memang rasa-rasanya ada saja yang perlu kita kritisi sebagai warga, peka terhadap lingkungan sekitar adalah tanggung jawab bersama. anggaran untuk fasilitas umum tentu saja tidak sedikit, dan itu adalah hak kita sebagai warga negara agar mendapatkan kenyamanan, karena uang yang digunakan adalah merupakan pajak yang kamu bayarkan setiap tahunya, diamana pun tempatnya anda akan tetap bayar pajak.

 mari bersama-sama MAU memperhatikan lingkungan sekitar kita dengan lebih baik. bantu sebarkan.

Pembatas Jalan Doble, Boros-Borosin anggaran saja.
Ngetem Mas.

Bawa Gergaji Buat lewat di pedestrian yang satu ini.
Harus Menggunakan jurus bayangan agar dapat melewati pedestrian yang satu ini.
(Jalur kuning khusus untuk Tuna Netra)
Logo berwarna kuning di pedesrian, berfungsi untuk memandu kaum tuna netra (Buta) agar mempermudah dalam berjalan, garis lurus berarti "Go-Jalan" dan Bulat berarti "stop-berhenti-biasanya terdapat di ujung jalan atau persimpangan.
 
Munyeng-Munyeng.
Ancur Pisan.

Liyer.
Miris.
Batagor kuah kering? Leh Uga.
Itu Pohonnya harus di tebang, dan tamanya harus di injak ya?.
Jembatan Penyebrangan Ala Harry Potter Menembus Beton.

Anda tak perlu harus angkat senjata atau menyabung nyawa seperti pejuang kemerdekaan kita dulu. CUKUP lebih peduli terhadap lingkungan saja, itu sudah menolong negara
Share: