Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

Akankah Palangkaraya Menjadi Ibukota Indonesia Mendatang?

Wacana
Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Wacana merupakan sebuah kebutuhan mendasar dari sebuah rancangan, gagasan dan kumpulan-kumpulan ide. Sebuah Wacana akan sangat bernilai ketika mampu terealisasi dan memberikan banyak manfaat kepada banyak orang.

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya juga pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno. Saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.

Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah — untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan. Palangka Raya merupakan kota dengan wilayah terluas di Indonesia atau setara 3,6 kali luas Jakarta 2.400 km².

Permasalahan

Apakah Orang Jakarta Mau Di pindah ke Palangkaraya? 

dan Apakah Orang palangkaraya asli akan mau menerima kedatangan Pendatang yang begitu beragam dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda? Jangan sampai keadaan seperti di jakarta berulang disana, terjadi "perebutan" etnis tertentu untuk menguasai tempat-tempat tertentu, ambil contoh pasar senen dengan mayoritas Ambon, dan atau Tanah Abang dengan mayoritas minang? tentu saja akan terjadi segmentasi-segmentasi 

"Gagasan bagus dalam keadaan normal, dalam keadaan ekonomi kita baik, pertumbuhan kita baik, pemerataan kita baik, dan kita cukup banyak uang untuk membangun," sindirnya Fadli zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3). (jawapos)

Memindahkan ibu kota memang perlu persiapan matang. Terutama diutamakan menyiapkan infrastrukturnya. Artinya lanjut dia, parameter dan kelengkapan sebagai ibu kota negara harus terpenuhi.

dilihat dari demografi memang sudah heterogen, terlihat dari banyak suku yang terdapat di sana, suku dayak, suku banjar, suku jawa, suku bali, suku batak. sedagkan dari penyebaran agama terdapat agama islam yang memang dominan 69,65%, kristen protestan 26,79%, katolik 1,37 %, hindu kaharingan 1,04 %,  buddha 0,11 %, dan lainya 1,04% 
.

Saran
ibukota adalah cerminan dari sebuah negara, tentunya jika yang melandasi pemindahan ibukota negara tercinta ini adalah untuk kemajuan sebuah negara, kita sebagai warga tentu bersyukur. namun jangan lupa pula untuk mengkritisi apabila ada kebijakan yang dirasa belum perlu di lakukan dan dilaksanakan. harus seimbang antara keinginan dengan kemampuan.

BUNDARAN HI BANJIR
Bundaran HI

Tidak dan belum cukup kuat apabila yang melandasi di pindahkanya sebuah ibu kota negara adalah karena lebih luas wilayahnya dan relatif lebih aman dari banjir dan bencana gempa bumi. karena hakekatnya negara-negara lainpun tidak sedikit pula yang memiliki permasalahan yang sama. semisal jepang dengan tokyo dan amerika dengan washingtonya. 

mungkin yang harus menjadi konsentrasi adalah pemisahan dua tempat yang berbeda antara zona ekonomi dan zona administrasi (Ibu Kota). karena memang Indonesia dengan wilayah yang luas tentu membutuhkan zona-zona tersebut.

Akhir Kata,

Semoga Bermanfaat

 

Share: