Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

  • 7 Tanaman Indor yang bisa jadi inspirasi

    Setelah sebelumnya mencoba untuk membuat posting akuarium lucu, kini dengan tanaman dan bunga kita berkreasi. Gaya Botanical simple menjadi primadona belakangan, dikarenakan perawatanya yang relatif mudah dan catchy di pandang.

  • Laci Unik, Do It Your Self

    Ada beberapa cara cerdas menggunakan barang-barang yang sudah tidak terpakai, laci lemari di rumah Anda misalnya, dari pada habis dimakan rayap atau tak termanfaatkan, lebih baik sediakan waktu diakhir pekan misalnya untuk memanfaatkan kembali nilainya.4 kg/rumah.

  • 7 Desain Lampu unik dan Fungsional

    kini lampu tidak hanya digunakan sebagai alat penerangan namun juga sebagai dekorasi ruangan. mulai dari yang berukuran besar berharga jutaan hingga yang berukuran kecil. berikut adalah beberapa desain lampu yang unik namun tetap fungsional.

  • 7 Tempat Paling Menarik Di Kebun Raya Bogor

    Setiap hari, kebun botani yang memiliki luas 87 hektar dengan koleksi sekitar 15 ribu tanaman ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Namun, luasnya Kebun Raya Bogor kadang membuat kita bingung untuk mengunjungi spot mana yang paling menarik .

  • Tentang SDE dan Gerilya Pemulihan Krisis

    Sebuah krisis berskala global yang sejarahnya bisa ditarik jauh ke masa revolusi industri, saat terjadi peningkatan kebutuhan akan bahan mentah. Di masa awal itu Karl Marx misalnya telah mengenali ada gap yang membesar antara dua jenis metabolisme. Pertama, metabolisme untuk kepentingan reproduksi yang instruksinya genetik.

5 Tips Membeli Rumah Tinggal

Rumah tinggal merupakan sebuah kebutuhan pokok yang harus menjadi prioritas, karena dengan memiliki rumah pribadi tentu kita menjadi lebih tenang, apalagi jika kita membeli rumah perdana.
ada beberapa pertimbangan apabila kita ingin membeli rumah, mulai dari budget, ukuran, lokasi dsb.
karena rumah sifatnya kebutuhan pokok, dan kita bisa saja membelinya untuk sekali seumur hidup, pertimbangkanlah dengan matang segala aspek yang ada. jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, karena makin ke sini biaya hidup makin mahal, kita harus pandai mengelola prioritas. dari banyak pertimbangan yang ada berikut beberapa pertimbangan pokok yang harus di pikirkan sebelum membeli rumah.
a. Budget
Budgeting.
Tentukan budget, Budget disini tidak hanya mengenai harga rumah, tetapi, biaya perawatanya juga, biaya utilitas, atau bahkan hingga asuransinya. hitung pula jarak rumah dengan lokasi bekerja, karena hal tersebut saling berkait satu dengan yang lainya, jangan sampai membeli rumah yang jauh dari mana-mana, yang akhirnya akan menjadikan ongkos transport menjadi mahal, dan apabila kita membeli rumah dengan hutang, atau sitem kpr hitung juga biaya administrasi, biaya bunga, down payment, biaya keterlambatan. dan segala aspek yang nantinya akan berpengaruh terhadap pengeluaran operasional. lebih baik terliti di awal dan merencanakan semuanya dengan detail.

b. Lokasi
Lokasi
Lokasi merupakan pertimbangan kedua jika ingin membeli rumah tinggal, pastikan dekat dengan fasilitas umum, terjaga keamananya, lingkunganya nyaman, aman, tentram dan kondusif, survei lingkunganya dengan bertanya-tanya kepada lingkungan sekitar, perhatikan tetangga-tetangga sebah kanan dan kiri, bisa juga melakukan riset kecil-kecilan melalui internet bagaimana kondisi disana. karena tentu kita tidak mau jika memilih rumah yang lingkunganya kurang aman. dasar lokasi juga biasanya menentukan harga. maka dari itu survei dan bikinlah opsi-opsi, misalnya a dengan harga tertentu mendapatkan fasilitas apa, bandingkan dengan lokasi lain, buatlah perbandingan komparatif antar satu opsi dengan yang lainya.

c. Desain dan Bentuk Rumah

Desain dan Bentuk Rumah
Desain dan bentuk rumah menjadi penting, anggaplah kita akan menempati rumah tersebut puluhan tahun, karena kita akan menempati rumah tersebut dalam waktu yang cukup lama, maka desain dan bentuk rumah harus baik, memiliki pencahayaan yang cukup, tersedianya ruang-ruang yang ideal sesuai dengan ukuran dan kebutuhan, serta memiliki interior yang baik agar, tetap betah berlama-lama dan tidak memerlukan maintenance yang banyak. Pertimbangkanlah menyewa jasa arsitek apabila memang memiliki budget cukup, denganya bisa berkonsultasi pula dan mengkomunikasikan segala pertimbanganya mulai dari A-Z.

Baca Denah Rumah Mungil

d. Legalitas
Legalitas
Sertifikat merupakan bukti kepemilikan seorang atas sebuah objek. maka dari itu kita wajib mengetahui keaslianya, pastikan objek yang kita akan beli baik itu tanah ataupun rumah, dalam status clean and clear, jangan sampai di kemudian hari terdapat silang sengketa kepemiliki, cek juga ukuranya secara terperinci, apabila statusnya tangan kedua, cek bukti pembelianya, apabila tanah warisan, cek statusnya. kita wajib lebih detail mengenai hal tersebut, apabila memang perlu cek ke BPN bahkan notaris untuk mengecek keaslianya. mencegah lebih baik dari pada mengobati.

e. Kendalikan Emosi
Kendalikan Emosi

Apa maksud dari kendalikan emosi? kendalikan emosi maksudnya berfikirlah logis, jangan terburu-buru, pertimbangkan segala aspek dengan matang, dan apabila sudah yakin benar, segeralah ambil keputusan. keputusan yang diambil harus berdasar logika dan kesadaran penuh. jangan sampai kesan awal langsung menentukan keputusan, misalnya kita memiliki cash cukup bayarlah dengan cash, jangan kredit, dan bila kredit, tentukan besaran angsuran dan bunganya, lihatlah rumah sebagai aset yang hendak di miliki seumur hidup, sehingga kita tidak asal-asalan. desain atau pilihlah rumah yang terbaik dari yang terbaik sesuai keinginan dan kebutuhan, hindarilah gengsi kalau memang belum mampu membeli yang sesuai keinginan, jangan menunda-nunda apabila sudah cukup modal. Rumah adalah kebutuhan primer, jernihlah dalam membelinya.

Share:

Arsitek yang Berpolitik Part 1

Pekerjaan arsitek biasanya memiliki ketrampilan pada bidang konseptor, membuat konsep dengan sangat baik, memiliki imajinasi dan gambaran menangani sebuah proyek, ketrampilan ini tentu sangat dibutuhkan apabila kita menjadi seorang pemimpin, baik itu sekelas walikota, gubernur, atau bahkan presiden, dan memang, di Indonesia, sangat banyak contoh kongkretnya dimana seorang arsitek di mencalonkan diri menjadi pemimpin dan terpilih.

Baca Tugas Junior Arsitek

sebenarnya apa yang melatari arsitek-arsitek berpolitik, apakah karena uang? atau karena kekuasaan? atau ingin mencoba hal-hal baru?bosan jadi arsitek? karena arsitek yang maju di pilkada mayoritas sudah memiliki pekerjaan yang mapan dan ada yang basicnya sudah terkenal, ada yang basicnnya seorang pendidik di universitas ternama, ada yang basicnya pebisnis. Berikut beberapa profilnya.

a. Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

S1 ITB (Bandung) dan S-2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil Sempat Bekerja profesional sebagai arsitek di banyak firma di Amerika Serikat. Ridwan Kamil sempat memulai kariernya di Amerika sesaat setelah wisuda S-1, namun hanya bertahan selama empat bulan ia pun berhenti kerja dikarenakan krisis moneter yang melanda Indonesia waktu itu. Tidak pulang ke Indonesia, dia tetap bertahan di Amerika Serikat dan akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Sambil mengambil S-2 di University Of California, Berkeley, tersebut Ridwan Kamil Part Time di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Tepat Pada Tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke Indonesia dan tahun 2004 mendirikan Urbane, Sesuai dengan pekerjaanya sebelumnya Perusahaan Rintisan Ridwan Kamil ini Merupakan Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain.

Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Sekaligus Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Ridwan Kamil Sebagai Walikota bandung dengan jabatan (2013-2018) dapat dikatakan berhasil meneruskan kota yang terkenal karena industri kreatifnya tersebut, banyak open space yang dibuat ataupun di renovasi oleh Ridwan Kamil, Masjid raya Bandung, Taman Sejarah Bandung, Taman Jomblo, Taman Film, Taman Balai Kota, Taman Music Centrum.


Masjid Bandung Raya

Taman Sejarah Bandung

Taman Jomblo
Taman Film

B. Tri Rismaharini
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini menjabat sebagai Walikota Pada Tahun 2010-2020 ( 2 Periode ), wanita kelulusan ITS yang juga mantan dosen ini memulai karinya dari bawah, dimulai dengan menjadi dinas kebersihan dan pertamanan surabaya, semenjak ditanganya surabaya berubah menjadi lebih arsi dan indah. beberapa penghargaan juga di dapat olehnya meliputi 7 tahun beruntun semenjak 2011-2017 mendapat adipura kencana dalam kategori kota metropolitan serta serta adipura paripurna 2016.

Selain itu, kepemimpinan Risma juga membawa Surabaya jadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemkot dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkunganya. 

Pada Oktober 2013, dibawah kepemimpinannya surabaya juga mendapatkan penghargaan tingkat Asia-Pasifik yakni Future Government Awards 2013 di dua bidang sekaligus data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik, dengan adanya program ini, Reformasi Berdasar IT di Kota surabaya menyamai Pemrov DKI Sebagai Kota Jasa Dan Perdagangan.

Taman bungkul yang pernah dipugarnya mendapatkan penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari PBB sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013.

Februari 2014, Tri Rismaharini didaulat sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan Februari 2014 berkat kesuksesanya selama menjadi pemimpin Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang paling terintegrasi penataannya.

Desember 2014, Surabaya mendapatkan penghargaan internasional Future City versi FutureGov berkat Surabaya Single Window (SSW). Penghargaan ini diberikan untuk sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.

Baca Idealisme Arsitek Yang Penting Uang?

Risma juga dipuji karena keberaniannya dalam menutup kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni Gang Dolly, serta Penanganan Cepatnya  dalam Menangani korban insiden AirAsia QZ8501.


Bungkul Park
Wonorejo Park
Buah Undaan Park
Apsari Park
Ekspresi Park
Mundu Park
Jayengrono Park


“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan” 
Pramoedya ananta toer
Share:

IMB seberapa Penting ?

Ilustrasi
Sumber

Izin Mendirikan Bangunan, Seberapa Penting?

Ingat beberapa waktu belakang mengenai kasus Reklamasi Pantai Utara jakarta? yang ternyata Pengurusanya Perizinanya belum seutuhnya rampung, namun sudah dimulai Proyeknya? akhirnya uang Project Triliunan Tersebut malah berhenti di tengah jalan, jika sudah demikian siapa pihak yang paling salah? Siapa yang paling dirugikan, ya developernya sendiri, bahkan beberapa kasus pernah kejadian ada beberapa ruko yakni milik PT. Kapuk Naga.


PT. Kapuk Naga merupakan Anak usaha Agung Sedayu Grup Ratusan Rukonya disegel karena masalah Perizinan yang belum rampung, Berdasar data dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, & Pemrov DKI Jakarta, bangunan yang disegel berjumlah total 932 bangunan. Jumlah tersebut antara lain terdiri dari 409 rumah, 212 Rumah kantor, dan 313 unit rukan yang dijadikan tempat tinggal, Padahal dari jumlah tersebut sudah banyak yang terjual ke Customer. jika sudah demikian yang rugi tidak hanya developer saja, baik dari segi materi maupun reputasi, akan tetapi customer, juga di rugikan, karena uang yang digunakan untuk membeli ruko tersebut oleh customer belum jelas keputusanya sampai sekarang, nasi sudah menjadi bubur, Pelajaran Pentingnya? Kita sebagai Customer Lebih Hati-Hati Jika Membeli Properti, Terutama Properti yang wujud fisiknya masih dalam tahap pembangunan.

Ratusan Ruko milik PT. Kapuk Naga,
anak usaha Agung Sedayu Grup, Disegel Oleh Pemrov DKI
Keuntungan Bangunan Yang Memiliki IMB
a. Bangunan memiliki nilai jual yang tinggi
b. Bangunan dapat dianggunkan untuk di jadikan jaminan ke Bank
c. Status Tanah Menjadi Jelas Peruntukanya
d. Kejelasan Peruntukan dan Rencana Jalanya.

Memang mengurus IMB & menerbitkan IMB membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, Pemerintah Pusat dan daerah mempunyai kesadaran mengenai hal tersebut, bahwa terkadang menerbitkan IMB membutuhkan waktu hingga tahunan, yang akhirnya membuat developer mengambil jalan pintas dengan membangun dahulu baru mengurus Perizinanya belakangan, tentu hal tersebut salah. Pemerintah pada tahun 2014 sudah menerbitkan metode pengurusan Online yang dimaksudkan untuk mempermudah dan menurunkan tingkat pungutan liarnya, sehingga kita tidak harus datang ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) setempat. Kunjungi situs www.bpn.go.id, disana terdapat pilihan-pilihan yang sangat mudah untuk diakses, yang terpenting lengkapi seluruh persyaratan administrasi yang di minta, agar lebih mudah untuk melakukan verifikasi agar sertifikat segera terbit, untuk menghindari pemalsuan dokumen, biasanya penerbitan sertifikat hanya dapat diambil di kantor kecamatan, setelah semua persyatan dilengkapi beserta biaya retribusinya.


Sudaryono194@gmail.com

Share:

6 Tugas Utama Seorang Junior Arsitek

Ilustrasi
Arsitek yang sudah punya reputasi biasanya tidak lagi perlu repot-repot untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri, biasanya arsitek yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun hanya menentukan secara konsepnya saja, untuk kemudia secara intens didiskusikan dengan teamnya.
beda lagi dengan Junior Arsitek, Junior arsitek pada sebuah firma konsultan arsitektur misalnya tidak hanya mengerjakan konsep arahan dari arsitek kepala tetapi juga mengerjakan hal-hal teknis di belakangnya seperti budgeting (Item Pekerjaan), Gambar Kerja (Drafting), Animation, Rendering, Interior, dan Supervising. Mari Kita Bongkar Satu Persatu.

Baca Beda Waktu Kuliah dan Kerja di Arsitektur

a. Budgeting

Budgeting.
dalam sebuah firma arsitektur yang besar sekalipun, seorang junior arsitek biasanya harus memahami sebuah konsep umum budgeting dan menghitung item-item pekerjaan yang ada, walau memang dalam prosesnya ada team audit sendiri, biasanya team puchasing yang akan melakukan tender-tender ke kontraktor, Junior Arsitek mesti paham dengan item-item pekerjaan yang nantinya akan dilaksanakan.

b. Gambar Kerja (Drafting) atau Design Development.


Design Development.
Sebuah proses design yang baik memerlukan standar-standar baku dalam menciptakan sebuah Gambar Kerja maupun Untuk Pengembangan Design. Arsitek kepala biasanya hanya memberikan arahan-arahan dan bimbingan (Guideance) mengenai proyek yang akan dikerjakan, proses selanjutnya adalah giliran Junior arsitek yang mengerjakan teknisnya mulai dari gambar kerja hingga design developmenya. Sepengalaman Penulis yang pernah magang di Salah satu Consultan Arsitek ternama biasanya dalam proses drafting/gambar kerja Junior arsitek akan melibatkan drafter untuk proses lebih teknisnya.

c. Animation
Animasi Arsitek
Penciptaan adanya animasi adalah untuk mempermudah Client memahami gambaran proyek yang sedang dikerjakan dalam bentuk Video, Pada dasarnya tujuan di buatnya animasi dalam bidang arsitektur adalah untuk membawa client memahami secara lebih Real gambaran Proyek yang ada, sebagai contoh apabila kita ingin menonjolkan bagian-bagian tertentu pada sebuah banguan makan dengan adanya animasi Video Arsitektur, kita bisa menentukan angle camera, settup waktu pada suatu spot, sehingga gambaran Proyek menjadi lebih utuh.


d. Rendering
Rendering Image
Rendering serupa namun tak sama dengan Animasi, Rendering lebih menitik beratkan kepada 1 Gambar yang merefleksikan gambar agar sesuai realita, seperti contoh gambar diatas, adalah tampak keseluruhan gambaran bangunan hasil Rendering, gambaran tersebut akan merefleksikan apabila projek selesai dibangun nantinya, sehingga terjadi pemikiran yang utuh mengenai projek bahkan sebelum dimulai.

Baca Idealisme Arsitek, yang Penting Uang?

e. Supervisi
Supervisi Lapangan.
Junior arsitek biasanya juga harus sering terlibat dengan team project lapangan, untuk memantau dan mengawasi progres pelaksanaan di lapangan apakah sudah sesuai dengan anggaran dan waktu yang ditentukan, pada pelaksanaanya, junior arsitek akan terus berkoordinasi dengan orang sipil, untuk mengetahui jumlah personel yang bertugas, material yang di gunakan apakah sudah sesuai standar, penanganan-penanganan teknis mengenai pelaksanaanya, kadang gambaran arsitek kepala dengan progres di lapangan suka berbeda, dengan adanya pengawasan langsung oleh Junior arsitek untuk kemudian di komunikasikan dengan arsitek kepala, akan segera di temukan solusi untuk problem yang ada, biasanya pada saat pelaksaan, terutama di awal-awal butuh sekali pendampingan oleh Team Arsitek.

Contact: Sudaryono194@gmail.com

Share:

Coworking space, Trend Baru Ruang Kerja Bersama

Ruang Meeting Pada Coworking Space
Sumber
Coworking Space yang mengusung konsep transparancy atau open space, menjadikan setiap individu di dalam coworking space dapat menjadi lebih aktif dalam berinteraksi. Sebuah co working space biasanya memiliki suasana fresh yang mendukung produktifitas & semangat kerja. Coworking Space sangat tepat bagi para Founder start up yang belum lama membuat start up dan membutuhkan tempat yang pas untuk berkordinasi dan melakukan brainstorming bersama tim yang biasanya beranggotakan masih sedikit.

Coworking Space
Coworking Space Jakarta
Sumber
Pengertian Coworking Space (ruang bersama) adalah tempat bekerja bersama dimana para individu - individu yang memiliki latar belakang pekerjaan ataupun bisnis bekerja di dalam sebuah tempat. Asal dari definisi coworking space itu sendiri adalah berasal dari kata 'Coworking' yang bisa diartikan berkolaborasi atau kerja sama.

Dengan semakin berkembanganya budaya enterpreneur di Indonesia khususnya kota-kota besar menjadikan Coworking Space tidak hanya untuk para startup founder saja, Tetapi coworking space bisa juga untuk seseorang yang memiliki bisnis digital secara individu hingga sampai para freelancer profesional yang tentunya membutuhkan tempat untuk bekerja tidak biasa diluar rumah namun tidak 'serasa' kantor.

Menilik sejarah dari Coworking Space sendiri bermula pada tahun 2002 di Austria bernama Schraubenfabrik, dan masuk di Indonesia awal 2010 di kota kreatif Bandung, seiring berjalan waktu semakin menjamur Coworking Space yang ada di jakarta saja hampir ratusan Coworking space, mulai dari Privat sampai open Space, dengan anggaran 50.000/ hari sampai jutaan semua tersedia, fasilitas Dari Coworking Space biasanya, adalah Wifi, Coffe Morning, Metting Room Credit, Printing Credit, Monthly even Space Credit, Dsb. Tergantung di mana kita berlangganan dan biaya yang kita keluarkan.

Sebenernya apa saja keuntungan dari Coworking Space, Ketimbang Konvensional Office ? Berikut beberapa kelebihannya :

a. Biaya Operasional Lebih Ekonomis
mempunyai Coworking sendiri tentu lebih murah ketimbang harus menyewa kantor konvensional sendiri, karena bersifat Open Space maka Untuk biaya operasional bisa di tanggung bersama dan kalaupun kita Individu Freelancer Profesional Akan sangat terbantu dengan skema seperti ini, walaupun Operasional murah, fasilitasnya tidak kalah dengan kantor Konvensional.

b. Mengembangkan Jaringan dengan Cepat
dalam budaya Coworking space, tentu orang-orang berlatar belakang berbeda namun memiliki banyak kesamaan akan berada dalam satu atap, karena sistem yang terbuka akan dengan mudah terjalin komunikasi antar sesama Profesional sehingga Jaringan akan terbuka dengan sendirinya.

c. Lingkungan yang Dinamis dan kreatif
tentu saja dengan adanya Coworking space kita tidak melulu harus masuk dan pulang dengan sistem 9-5. semua tergantung kebutuhan dan pekerjaan yang ada, sehingga menjadikan Pengembangan diri menjadi lebih cepat, karena kita berada dalam lingkungan yang lebih dinamis dan kreatif.

d. Fasilitas Kerja yang lengkap
seiring minat yang besar terhadap Coworking Space, para bussines owner terus mengembangkan Coworking space yang mereka miliki, seperti kecepatan internet, ruang metting, coffe shop, ruang meeting, bahkan sampai ruang Gym Tersedia di beberapa Coworking space yang ada.

e. Selalu Berkembang
dalam Coworking space kini terdapat inkubator-inkubator startup yang lahir, Baik dari segi kualitas maupun fasilitas terus menerus mengalami perbaikan, bahkan kini tidak sedikit komunitas-komunitas yang juga lahir karena adanya Coworking Space ini.

Coworking Space Jakarta
Sumber
Coworking Space
Sumber

Share:

Idealisme Arsitek, Yang Penting Uang ?

Onopo.id
Semenggiurkan Apa Profesi Arsitek, Kedengeranya Hebat? Gimana Faktanya?
Bisa di bilang profesi arsitek salah satu profesi yang makin tua makin jadi, sama seperti lawyer dan dokter, biasanya semakin tua dalam artianya pengalamanya banyak, semakin baik juga dia dalam mendesain, dan pasti mempengaruhi pendapatanya dong.

Tapi gak sama dengan lawyer, Profesi arsitek cenderung mengandalkan kreatifitas dan pengalaman arsitek, Ilmunya liquid Berkembang terus Seiring zaman.
terus yang paling penting menjadi arsitek itu apa?  mudah dalam mendapatakan kekayaan? aktualisasi ide-ide ke dalam wujud fisik? menjadi terkenal? apa mau jadi bupati, gubernur, presiden? kan sudah ada contohnya tuh beberapa bupati dan gubernur yang cukup baik dalam memimpin.

Kalau jadi arsitek karena idealisme materi misalnya, apakah salah?
misal ambil contoh ada sebuah proyek hotel dan apartemen, yang bangunanya harus menghilangkan situs budaya misalnya, apakah kita tetap mendesain? atau misalnya kita membuat suatu hotel resort yang tanahnya merupakan tanah subur pertanian masyarakat sekitar, apakah kita tetap mendesain? atau misalnya client kita merupakan orang yang sangat kaya raya, dan gosip yang beredar kekayaan tersebut yang di gunakan untuk membayar dan membangun hotel misalnya adalah hasil dari korupsi, merampas hak-hak masyarakat miskin dan lemah, kita tahu hal tersebut dan kita tetap mendesainnya? atas dasar profesional? atau misalnya kita membangun sebuah villa yang luas dan harus menghilangkan hutan lindung, tempat ekosistem di lindungi dan keanekaragaman hayati tinggal, apakah tetap kita mendesainya, teorinya memang, ketika kita ingin mebangun villa harus mengajukan IMB dan persyaratan-persyaratan lainya, misalnya analisa dampak lingkungan, analisa terdampak, namun kenyataan lapangan terkadang memang berbeda, tidak sedikit bangunan yang dibangun dahulu baru kemudian mengurus IMB. menyedihkan memang namun itu faktanya.

Pekerjaan Ini tidak jarang adalah merusak lingkungan alih-alih melindunginya, karena kita akan membangun sesuatu yang belum ada menjadi ada dan mungkin sebenarnya tidak diperlukan oleh sebagian besar orang, dan lingkungan sekitar, kita sebagai arsitek harus dengan mata terbuka menyadari dan mengakuinya kalau ternyata pekerjaan kita adalah merusak ekosistem dan menjadi tugas kita untuk meminimalisirnya pada tingkatan yang sangat mungkin.

“Arsitektur itu kan pada hakikatnya memang merusak. Seringnya arsitek ada di pekerjaan para pemodal besar, yang secara ekologis dan ekonomis menyingkirkan alam dan penduduknya. Yang bisa kita lakukan memang mengurangi dampak merusaknya. Apa yang kami kerjakan, dengan segala kekurangan yang masih ada, sedang menuju kesana,” Yu Sing

Memang menjadi paradox ketika profesi kita ternyata menyangkut kepada maslahat orang banyak, di satu sisi ini menjadi mata pencaharian yang memang harus mendapatkan uang namun di sisi lain kita memiliki tanggung jawab moral yang besar. seperti memilih 2 jalan yang jauh berbeda. Jadi Ketika kita sebagai arsitek mendapatkan mengerjakan proyek besar yang merusak lingkungan, apa yang akan kita lakukan? Yang penting uang?

“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan” Tan Malaka

Share:

Arsitektur Sewaktu Kuliah Dan Kerja, Bedanya Apa?

Onopo.id

kuliah arsitektur memang keren lah, udah jadi rahasia umum kalo lulus dari jurusan arsitektur itu enggak gampang, seenggaknya itu yang banyak mantan lulusan arsitektur rasain, walau emang jurusan lain juga ada yang susah lulusnya, tapi percaya deh, lulus dari jurusan arsitektur itu sangat bahagia sekaligus sedih pada waktu yang sama, kok sedih kenapa? ya karena kalo lu ambil jurusan arsitek pasti bakal sering ada momen dimana lu gak mandi sampe 2 hari, makan sambil melototin tugas-tugas, terutama tugas-tugas studio, mikirin konsep, nyoret-nyoret sketsa gambar, bikin laporan, revisi, bikin gambar, revisi, dan revisi.
.
bakal ada momen-momen lu rebutan pulpen rotring ukuran 0.5 ama temen  lu, tuduh-tuduhan colong-colongan gambar, sampe ribut soal siapa yang ngeprint duluan di print kosan, jangan salah, kalo waktu udah mepet ngumpulin tugas, lu bisa tensi ama temen gara-gara masalah siapa yang ngeprint dulu. percaya deh lu bakal rasain itu, apalagi kalo sistem kerja lu, sistem kerja sks(Sistem Kebut Semalem) besok ngumpulin malemnya baru ngerjain, bukan apa-apa kadang emang kalo udah kepepet ngerjain gambar bakal 500 % lebih cepet dari pada kalo jauh-jauh hari, kalo dah gitu siapin aja kratingdeng sama extra joss buat doping, oya jangan lupa sikat gigi masukin tas, soalnya kadang kalo udah pagi dan mepet, lu ga bakal mikirin mandi lagi, percaya deh...
.
temen-temen di jurusan arsitektur, terutama satu angakatan bakal punya time-line ngerjain sendiri-sendiri, kadang ada yang baru dapet selembar-kadang ada yang dapet berpuluh-puluh lembar, dan ketika waktu ngumpulin tiba, jangan heran kalo tiba-tiba yang tadinya ngerjainnya telat, malah dapet nilai lebih bagus dan hasil gambarnya lebih jos, gak jarang seperti itu.
.
nah, beda lagi kalo udah masukin dunia kerja, bisa di bilang udah jarang lagi kita rasain-rasain 'kesenangan-kesenangan' kuliah. udah gak ada lagi ribut-ribut rotring karena kalau di kantor udah pake komputer, udah gak ada lagi gak mandi 2 hari karena lu gak mungkin gak mandi 2 hari dan cuek, kasian rekan kerja lu kan pastinya, mungkin kalo soal deadline-deadline sama ya, bakal lembur-lemburan terutama kalo lagi di kejar gambar kerja, kelar idup lu, bedanya kalo di kantor ga tau kenapa itu lebih tertib aja, udah jadi kebawa sendiri ama situasinya sih.
.
awal masuk kerja, awalnya-awalnya biasanya kaget, karena waktu kita kuliah, kita bisa santai mengenai ngerjain tugasnya, tapi waktu masuk dunia kerja lu bisa santai ngerjain tugasnya asal lu bisa masuk pagi dan ngerjainnya di kantor, tekanan di kantor bukan lagi tekanan kerja, tapi tekanan sosial, dan tekanan kualitas gambar lu, sejauh apa bisa adaptasi ama suasana baru, karena nilai yang bagus aja gak akan cukup buat membantu lu berkembang di dunia kerja, kalo di dunia kuliah asalkan kita rajin dan tekun, pasti bisa cepet lulus walau nilainya mungkin pas-pasan, tapi kalau di kerjaan, gambar yang bagus dan rajin aja bakalan gak cukup, lu harus bisa baca orang, baca situasi dan kondisi, gak akan bisa bertindak semau sendiri di samain sewaktu kuliah, emang kadang birokrasi kantor cenderung kaku dan gak bakal gampang berkembang, tapi itu bagus buat ngelatih mental dan kedewasaan lu menjadi lebih baik lagi, di dunia kerja, rasa tanggung jawab lu bakalan lebih tinggi, karena terutama, mulai ada tuh, tuntutan-tuntutan buat beli-ini beli itu, untuk nunjukin status lu yang udah bisa mencari uang sendiri, kadang-kadang ada temen kuliah kita yang dulu kita anggep malas, malah lebih berkembang dari pada kita, bakal ada tuh yang begitu, yang ipknya di bawah 3 malah udah punya studio kantor sendiri misalnya, atau bisa hidup dari freelance...
.
kedua masa-masa pasti ada bedanya, bedanya lebih kepada situasi ama tanggung jawab aja, dan sejauh ini di dunia kerja itu lebih real, ilmu-ilmu yang kita pelajari di dunia kampus mungkin gak signifikan terpakai, lebih ke hardskill aja kalo di dunia kuliah, tapi kalau di dunia kerja bukan hanya hardskill, softskill kita perlahan-lahan akan keasah dengan sendirinya, dan percaya deh itu bagus untuk dijalanin dan di nikmatin, karena memang itu prosesnya..  

“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”

Pramoedya Ananta Toer-Anak Semua Bangsa. 
Share:

Wahai Arsitek Pemula, Mending Jadi Karyawan Atau Freelance ?


Bed Apartment
(Onopo.Id)
Pertanyaan Klise.

Kalau Mau Di Sepakatin, Kita Sepakatin dulu apa arti arsitek Pemula, kalau Freshgraduate masuk kategori Arsitek Pemula? Atau Arsitek yang belum berpengalaman atau pengalaman kurang dari 5 tahun? soalnya ini penting, kan tidak bisa dong kita menilai sesuatu yang belum ada kesepakatan jelasnya. okey kita sepatain dulu, anggaplah arsitek yang belum pengalaman 5 tahun kita sebut sebagai arsitek pemula, dan 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar juga ya, ada sekitar 1800 hari di situ kan, mulai dari seneng, sedih, proses-proses tentu tidak hanya menguras energi, percayalah situ akan menguras emosi, istilahnya, melatih mental dan kedewasaan, tapi itu proses yang bagus dan harus di lewatin.
.
Sebenernya kita bisa dalami apa ada perbedaan yang mendasar antara menjadi karyawan arsitek pada sebuah perusahaan, ketimbang kita freelance sendiri? mari kita ulik satu-satu, baik dari sisi negatif maupun dari sisi positif.
.
Menjadi Karyawan dari sisi negatif:

Pertama, harus rela di perintah, iya dong, arsitek pasti harus menuruti perintah pekerjaan dari atasan, sebagai arsitek dalam sebuah proyek pasti kita akan ada di bawah arahan arsitek kepala, walaupun kadang kurang sreg dengan perintah tersebut, namanya perintah wajib di selesaikan dengan baik.

kedua, penghasilan tetap, Seorang arsitek yang bekerja pada sebuah perusahaan, seuntung apapun perusahaan itu gajinya bulananya akan segitu-gitu saja, jikalaupun ingin mendapat tambahan harus lembur, dan berharap-harap cemas akan mendapat bonusan akhir tahun.

ketiga, sukar menyampaikan ide, tentu gak akan mudah menyampaikan ide-ide kita di sebuah biro arsitek kalau kita hanya menjadi roda perusahaan, sekalipun mungkin ide kita bagus sebab tidak jarang atasan mengabaikan bawahanya.

itu kekurangan kalau menjadi arsitek pada sebuah perusahaan, dimana ada kekurangan pasti ada kelebihan, terus apa kelebihan menjadi arsitek pada perusahaan.

Pertama, dari jam kerja, kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan pasti tidak lebih dari 10 jam, apabila ada pekerjaan tambahan yang tidak terselesaikan maka bisa di masukan ke kategori lembur.

kedua, tanggung jawab terbatas, pada sebuah perusahaan masing-masing posisi sudah ada tugas pokok utama yang harus di jalankan, tentu saja tanggung jawab tidak akan menyimpang dari posisi yang kita emban, tentu kita akan lebih nyaman dalam bekerja, karena sudah ada kejelasan tugas.

ketiga, penghasilan yang pasti, arsitek yang berkerja pada sebuah perusahaan akan selalu di bayar sesuai kemampuan dan kesepakan, karena adanya hal ini, karyawan bisa membuat rencana masa depan yang lebih baik, karena bisa menyicil rumah misalnya atau menabung untuk keperluan mendatang, dengan bayaran bulanan, tentu menjadi lebih terukur dan pasti.

bagaimana dengan arsitek freelance? apa kelebihanya? apakah perbedaan dengan arsitek yang jadi karyawan cukup signifikan?

Freelance dan kelebihanya.

Pertama, Flexible, mulai dari tempat kerja waktu kerja, dan gimana kerjaan itu beres, kalau freelance kita bisa ngerjain tugas-tugas bisa dari rumah, dari cafe, bahkan dari pinggir pantai sambil minum jus, tidak harus berlama-lama dan bermacet-macet di jalan. itu kelebihan pertama.

kedua, Penghasilan bisa Jauh Lebih besar dari pada arsitek karyawan, bagaimana tidak, jika kita menjadi freelance, kita bisa mengerjakan gambar-gambar sendiri, ngitung anggaranya sendiri, bahkan dari situ saja kita bisa hitung sendiri berapa keutungan yang di peroleh jauh sebelum proyek terlaksana, misalnya.

ketiga, Networing yang pasti lebih luas, kalau kita Freelance, tentu kita mempunyai potensi networking yang lebih luas, karena waktu kita lebih flexible dan tidak terikat, kita bisa main-main dengan rekan-rekan seprofesi atau bahkan dari lintas usia dan berbagai kalangan. dengan networking yang luas tentu potensi akan terbuka dengan sendirinya.

cukup dengan kelebihan kalau sebagai arsitek kita freelance, bagaimana kekuranganya?

kekurangan yang pertama adalah, Pendapatan tidak pasti, sesuai kemampuan dan pendapatan awal pasti belum tinggi, karena kita tidak mengetahui akankah ada projek-projek yang masuk berikutnya, di tengah ke tidak pastian itu, tentu saja kita menjadi lebih beresiko.

kedua, harus mandiri, mandiri dan mempunyai rencana yang baik dan matang, ada plan A dan Plan B, dan harus konsisiten serta disiplin waktu, karena tidak ada keterikatan waktu dan tekanan dari atasan kita harus bisa atur waktu dengan disiplin dan memiliki rencana yang baik.

ketiga, Pandai Kelola keuangan, dengan tidak adanya pendapatan pasti tiap bulan tentu, kita di tuntut untuk pandai-pandai mengelola keuangan, bisa jadi dalam sekali proyek kita dapat untung besar dan kemudian kita tidak mendapatkan proyek untuk waktu yang cukup lama.


Jadi dengan Membaca Lebih dan kurangnya menjadi karyawan atau Freelance, Mana yang menurutmu lebih cocok dengan karakteristikmu?
Share:

Perabot Ruang Makan Yang Modern dan Minimalis

Perabot Ruang Makan Modern Minimalis, Sebuah Konsep Kursi Dengan Desain simple dan fungsional, Tanpa Mengurangi keindahanya. Berikut Tips Memilih Perabot Ruang Makan Sesuai Keperluan.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
1. Perhatikan Material
Jika ingin memiliki kursi makan yang terbuat dari kayu, usahakan pilihlah material kayu keras murni (hardwood) seperti mahoni, Sonokeling, akasia, Sengon, Pinus, Kamper, dan jenis lainya. sesuaikan dengan Bugdet Tentunya.

2. Ukur Luas Ruangan
Penting untuk mengetahui apakah model dan jenis kursi makan sesuai dengan luas ruangan Anda, terutama jika ruang makan yang ada berukuran mungil, di upayakan ukuran lebar kursi 40-45 cm per kursi perorang, sesuaikan juga dengan jalur dan peletakanya, jangan sampai aksesibilitas orang menjadi sulit, apabila ruang makan di gabung dengan ruang lainya misalnya
Bangku Modern Minimalis

Ragnar Model Series 1
3. Tentukan Bentuk Meja
Memilih kursi ruang makan tentu di sesuaikan dengan bentuk meja, agar serasi, ada beberapa tips dalam memilih bentuk meja makan yang sesuai dengan model ruangan tertentu, Sebagai Contoh untuk ruangan mungil, usahakan pilihlah meja berbentuk oval/Bujur Sangkar, supaya banyak tersedia ruang-ruang kosong dan tidak banyak membuat ruangan tampak terlalu "over" ramai, Sementara Model persegi panjang ada baiknya ditempatkan pada ruangan-ruangan yang luas. Meja bundar sebenarnya memiliki fleksibilitas, akan tetapi ada baiknya model meja bulat di tempatkan pada ruangan yang luas, tetapi semua kembali kepada kebutuhan.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
4. Periksa Dimensi Meja
Kebanyakan meja makan memiliki ketinggian standar antara 71 - 76 cm. Tinggi meja paling nyaman dapat memberikan ruangan yang cukup antara di atas lutut dan sejajar dengan siku tangan ketika Anda duduk. Sementara lebarnya untuk persegi panjang, yang memiliki lebar x panjang  80 cm ke atas mampu menampung hingga 4-6 orang. Meja oval dengan panjang 200 cm dapat menampung hingga 12 orang.
Bangku Modern Minimalis
Ragnar Model Series 1
Share:

Rak Partisi Minimalis Modern

Memiliki konsep rumah mungil minimalis saat ini memang tengah menjadi incaran banyak orang, terlebih buat mereka yang memiliki anggota keluarga yang belum banyak. Selain dalam hal desain, keberadaan rumah mungil saat ini semakin bervariasi pilihanya, dari segi harga pun tidak akan semahal rumah dengan ukuran lebih besar. Meski demikian, dengan adanya rumah mungil ini pemilik harus memutar otak untuk menyiasati dalam menempatkan furniture-furniturenya serta barang-barang yang dimilikinya. 

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2
Jika si pemilik keliru dalam menata ruangan dan furniturenya maka rumah yang memang pada dasarnya memiliki ukuran yang tidak besar akan tampak menjadi semakin sempit dan sumpek. Nah, Untuk menyiasati agar rumah mungil tidak tampak sempit adalah dengan menata barang dan furniture dengan baik serta sesimpel mungkin,  solusi lain yakni dengan menyekat beberapa bagian dari rumah dengan sekat atau partisi baik yang bersifat permanen maupun tidak permanen.
Borjan Model Series 2
Borjan Model Series 2

Rak Partisi Minimalis Modern
Borjan Model Series 2

Share:

Rak Dinding Minimalis

Rumah Merupakan tempat tinggal yang harus memiliki unsur-unsur estetika dan kenyamanan yang tinggi, karena di rumah inilah kita banyak menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan beristirahat, dan apa jadinya jika rumah berantakan karena barang-barang kecil dan perintilan tidak dapat di tata dengan baik, salah satu solusinya adalah adanya rak dinding.

Selain bisa dipakai untuk menyimpan bermacam barang-barang kecil, rak dinding juga bisa sekaligus kita manfaatkan sebagai benda dekorasi yang dapat menunjang keindahan dan estetika juga. Tidak hanya itu, karena letaknya yang menempel dan tidak memakan tempat, dengan adanya rak dinding mampu membuat ruangan anda tampak indah tanpa harus membuatnya sempit.

Borjan Model
Borjan Model Series 1

Pemilihan warna, tekstur material menjadi penting, karena itu kualitas dan daya tahan perlu menjadi perhatian ekstra. Rak dinding bisa dipasang di kamar untuk meletakkan koleksi-koleksi dan benda kesayangan, seperti buku-buku, boneka, foto-foto, hiasan dan pernik-pernik lainya. 

Borjan Model
Borjan Model Series 1

Share:

Hiper-Realitas Kota Kita


Bencana Kota
Ilustrasi Hancurnya Kota.
Sumber
“SUGUHI kami dengan fantasi, dan bawalah kami ke dunia khayal yang terjauh,” ungkap Robert Thompson, presiden International Pop Culture Association dalam satu kesempatan. Ungkapan Thompson tersebut adalah refleksi dari nafas kehausan sebagian besar masyarakat Barat yang saat ini beramai-ramai mencari lorong dan ruang-ruang pelarian budaya. Fantasi, khayal dan godaan budaya tontonan tampaknya telah menjadi norma budaya keseharian sebagian besar masyarakat Barat saat ini.

Di sebagian besar kota-kota dunia saat ini, gelombang theme-park dalam desain urban dan arsitektur tampaknya sedang menghipnotis perilaku budaya massa. 30 hektar artefak sejarah dinasti Cina ataupun situs kematian Isa Almasih di Jerusalem kuno ternyata berhasil direkonstruksi ulang seperti aslinya di Florida, Amerika Serikat. Skala satu banding satu kota Venesia pun bisa dinikmati di Las Vegas. Kemeriahan Disneyland dan Universal Studios ternyata sudah bisa diekspor ke Eropa, Jepang dan Cina. Di Jakarta dan Kota Ahmedabad di India, beragam legenda tujuh keajaiban dunia bisa dihadirkan sebagai tema dalam keseharian kompleks perumahan urban.

FENOMENA urbanitas kontemporer masyarakat metropolis tampaknya semakin kompleks saja. Hegemoni pisau konsumerisme dan budaya massa di era kapitalisme lanjut (late capitalism) ini begitu dalamnya menusuk segala sudut kebudayaan, tidak terkecuali urbanisme dan arsitektur. Lahirnya fenomena theme-park urbanism adalah salah satu contohnya, dimana beragam artefak fisik yang lepas dari konteks ruang geografis dan waktu, dengan begitu mudah dipinjam, dilipat,direproduksi dan diduplikasi dengan sempurna menjadi komoditas.

Ruang, waktu dan sejarah yang dibekukan ini bahkan sering terlihat lebih nyata, lebih surealis dan lebih dramatis dari aslinya.Contoh-contoh fenomena di atas memang paling mudah dilihat dan diselami di Amerika Serikat. Pemikir kebudayaan Jean Baudrillard menyebut Amerika sebagai tempat kelahiran ‘budaya tanpa referensi’ dan panggung ‘tour de force’ konsumerisme massa. Disneyland, Universal Studio, permukiman Celebration dan tentu saja kota Las Vegas kemudian menjadi contoh-contoh bagaimana theme-park urbanism ini hadir dan berhasil mensimulasikan fiksi dan khayal kedalam kehidupan urbanitas nyata masyarakat Amerika Serikat. Ia kemudian menjadi media dimana perbedaan fakta dengan fiksi, media dengan esensi seringkali menjadi tidak penting lagi.

Dengan menguapnya batas ruang dan waktu di era teknologi informasi dan globalisasi saat ini, kepingan-kepingan ‘budaya tanpa referensi’ tersebut akhirnya terbang, berjatuhan dan hadir juga di depan hidung kita. Ia kemudian hadir di berbagai tempat dalam berbagai bentuk. Di Jakarta, theme-park urbanism ini ternyata tidak hanya digagas sebagai sarana hiburan semata seperti Dunia Fantasi di Ancol. Namun secara laten, tampaknya ada sebagian dari kita yang sedang bereksperimen membawa misi sindrom Las Vegas ini ke dalam keseharian urbanitas nyata Kota Jakarta.Di Jakarta, perumahan yang bersebelahan dengan artefak Borobudur dan Colloseum Roma kuno ternyata bisa dihadirkan berbarengan dengan munculnya perumahan berarsitektur kastil abad pertengahan Eropa, bersuasana Kota Kyoto atau Paris sebagai tawaran tempat berhuni sekaligus berbudaya.

Ini adalah pecahan cermin dari satu kondisi kontemporer, dimana masyarakat berhasil dirayu untuk menerima citra sebagai sebuah realitas nyata, walaupun disadari bahwa yang terjadi hanyalah pemalsuan kebenaran dan dramatisasi realitas.

Fenomena ini juga kemudian menjadi ajang perdebatan beragam interpretasi makna (polysemy). Interpretasi antara sebuah kecerdasan marketing properti, ataukah sebuah wajah kebodohan dan kemunduran etika yang berdampak pada kemalasan apresiasi budaya di masyarakat. Namun lebih jauh, sosiolog Patrice Noviant berpendapat bahwa hal ini bisa terjadi karena masyarakat konsumer dewasa ini memang haus dalam mengkonsumsi segala sesuatu, tidak hanya objek nyata tapi juga objek tanda (object of sign). Syaraf psikologis mereka juga menurutnya mau dimanja untuk menerima kehadiran certain comfortable of false consciousness dalam menikmati ruang-ruang arsitektur di lingkungan sekelilingnya.

Hadirnya Kota Paris di Jakarta atau Jerusalem kuno di Florida, juga menjadi teater tempat pencerapan makna ‘sense of place’ bisa dibuat berantakan. Elemen-elemen pembentuk konsepsi ‘place’ seperti ruang fisik sebagai latar (background), interaksi positif manusia dalam ruang tersebut (action) dan interpretasi makna (meaning) akhirnya menjadi absurd.

 Ia menjebak kita untuk mencampuradukkan esensi ruang realitas dengan ruang palsu (pseudo place).Beragam absurditas yang kerap lahir dari fenomena-fenomena diatas, memang mau tdak mau mendorong syaraf kesadaran atau consciousness kita untuk selalu siap berakrobat dalam arus simulasi-simulasi realitas. Berakrobat dalam kemeriahan diktum baru ‘form follows fictions’. Berakrobat dalam era dimana pasangan fiksi dan estetika kerap meluluhkan pasangan fakta dan etika. Sebuah era baru, era hiper-realitas.

 "All that is real becomes simulation.”

Ungkapan diatas adalah peringatan Jean Baudrillard, pemikir kebudayaan pascamodernisme, yang menyatakan bahwa sebagian besar kebudayaan kontemporer dewasa ini hanyalah berupa representasi dari dunia simulasi (simulation). Simulasi adalah rekayasa beragam model realitas yang tidak memiliki konteks, referensi maupun asal-usul. Yasraf Amir Pilliang menyebutnya sebagai “kenyataan” (real) yang ditutupi oleh “tanda kenyataan” (sign of the real). Karena itu, proses simulasi dalam kebudayaan ini biasanya melahirkan realitas-realitas yang melampaui batas-batas konvensional (transgression) yang lazim disebut dengan istilah hiper-realitas.

Oleh Baudrillard ruang-ruang tempat berlangsungnya proses simulasi dalam silang-sengkarut nilai, realitas, tanda dan citra tersebut kemudian diistilahkan sebagai simulacrum atau simulacra. Ia berpendapat, bahwa sebagian besar realitas-realitas zaman sekarang sebenarnya sudah tidak punya referensi lagi kecuali simulacra itu sendiri.

Simulacra juga sering berperan sebagai katalis dalam berkembangnya eklektikisme nilai maupun kolase pecahan-pecahan realitas. Berbagai artefak arsitektur dan desain urban seperti halnya Disneyland, Las Vegas, Colloseum di Jakarta atau replika Jerusalem di Florida yang dibahas di atas, memang akhirnya bisa dipahami melalui analisa simulasi dan simulcara yang digagas Baudrillard.Tanpa kita peduli atau sadari, sebenarnya proses-proses simulasi di simulacrum of space mungkin sudah menjadi norma di kota-kota besar di Indonesia.

Menjamurnya pusat perbelanjaan atau shopping center di kota-kota besar di Indonesia, seperti halnya Mal Pondok Indah dan Plaza Senayan adalah contoh simulasi bagaimana daya tarik realitas urbanisme sudah kalah oleh konsumerisme. Berbelanja di shopping center ini pada dasarnya adalah simulasi pengalaman empirik berbelanja dan jalan-jalan kaum urban (strolling flaneur) di ruang-ruang kota yang dilipat, disatukan dan diminiaturkan ke dalam satu ruang atau bangunan. Sebuah simulation of urbanity dimana shopping center bertindak sebagai ruang simulacrum-nya.


Proyek Ancol Walk, yang rencananya akan dibangun di Jakarta dimana konsepnya meniru proyek City Walk di Universal Studios di Amerika Serikat, mungkin menjadi contoh simulasi Baudrillard dalam arsitektur dan desain urban yang tepat. Di proyek ini seperti halnya di Universal Studios, kita diskenariokan dan disimulasikan untuk seolah-olah sedang berjalan, beraktivitas dan menyelami beragam bangunan dan ruang-ruang kota yang sebenarnya semu.Konsekuensi berada di ruang-ruang simulasi atau simulacra ini, pengunjung biasanya dipaksa dan disterilkan perilakunya (controlled behaviour) agar sesuai dengan kategori perilaku urban versi mereka, yang sebenarnya tidak real dan alamiah. Sebuah realitas fasisme baru dalam urbanitas kita.

Jika kebetulan berada di Singapura, cobalah mampir ke Bugis Junction. Di proyek ini, tiga buah persimpangan jalan yang terdiri dari deretan ruko tua dipreservasi dan dikonversi menjadi sebuah shopping center modern yang sukses. Uniknya, seluruh badan jalan dipayungi oleh struktur skylight kaca, lengkap dengan AC pendinginnya. Di sini, pengunjung disimulasikan untuk berjalan dan berbelanja di deretan ruko tua yang secara fisik memang asli, namun dalam suasana yang berbeda, lebih nyaman dengan penghawaan udara dan lebih dramatis dari aslinya. Disini kita dibawa ke ruang dalam yang sebenarnya adalah ruang luar, dan sebaliknya ruang luar yang sebenarnya ruang dalam.Jika ditarik ke tataran yang lebih luas, sebagian orang menganggap bahwa dunia simulasi yang bersifat hiper-realitas ini adalah representasi wajah kebudayaan pascamodern, dimana budaya massa, budaya populer, konsumerisme dan nilai tanda menjadi sangat dominan.

Di luar perdebatan apakah pascamodernisme ini adalah pengganti ataukah sekedar perpanjangan proyek modernisme yang belum usai, fenomena-fenomena di diatas setidaknya mirip dengan beberapa ciri budaya pascamodern yang diungkap sosiolog Ariel Heryanto: menguatnya sistem tanda ketimbang makna, emosi ketimbang rasio, media ketimbang isi, permainan ketimbang keseriusan, fiksi ketimbang fakta dan estetika ketimbang etika.Karena itulah Baudrillard kemudian memetakan pascamodernisme sebagai kaca mata pembacaan realitas dan metode analisa kritis kebudayaan kontemporer.

Motivasi-motivasi realitas pascamodernisme ini sendiri kemudian disinyalir sebagian pihak sebagai konsekuensi dari kuatnya hegemoni sistem kapitalisme lanjut (late capitalism), yakni kapitalisme yang mengalami mutasi dari sistem kapitalisme awal. Kapitalisme yang menjadikan faktor konsumsi sebagai determinan utama ketimbang produksi. Kapitalisme yang berusaha mengglobalkan konsumerisme, budaya massa dan budaya tontonan melalui jaringan informasi terkini dan perusahaan multinasional sebagai agen-agennya. Kapitalisme yang secara laten berhasil menjadi sutradara besar yang mampu menyetir dan menskenariokan perilaku budaya masyarakat dewasa ini.


Oleh karenanya, sepakat atau tidak, fenomena hiper-realitas kota dan arsitektur ini tampaknya telah menjadi bagian dari paras kebudayaan kontemporer dunia dewasa ini. Di lain pihak, beragam skenario kebudayaan arahan sutradara kapitalisme lanjut lainnya tampaknya akan terus tampil menggoda dan menguras stamina psikologis kita. Pilihannya hanyalah antara diam dan menyerah kalah, atau sebaliknya bersiaga menjaga stamina untuk tetap bisa mencari alternatif-alternatif budaya berkota yang lebih sehat dan lebih baik.

Sebuah tugas yang tidak ringan memang.

Share:

Pageviews