Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

Idealisme Arsitek, Yang Penting Uang ?

Onopo.id
Semenggiurkan Apa Profesi Arsitek, Kedengeranya Hebat? Gimana Faktanya?
Bisa di bilang profesi arsitek salah satu profesi yang makin tua makin jadi, sama seperti lawyer dan dokter, biasanya semakin tua dalam artianya pengalamanya banyak, semakin baik juga dia dalam mendesain, dan pasti mempengaruhi pendapatanya dong.

Tapi gak sama dengan lawyer, Profesi arsitek cenderung mengandalkan kreatifitas dan pengalaman arsitek, Ilmunya liquid Berkembang terus Seiring zaman.
terus yang paling penting menjadi arsitek itu apa?  mudah dalam mendapatakan kekayaan? aktualisasi ide-ide ke dalam wujud fisik? menjadi terkenal? apa mau jadi bupati, gubernur, presiden? kan sudah ada contohnya tuh beberapa bupati dan gubernur yang cukup baik dalam memimpin.

Kalau jadi arsitek karena idealisme materi misalnya, apakah salah?
misal ambil contoh ada sebuah proyek hotel dan apartemen, yang bangunanya harus menghilangkan situs budaya misalnya, apakah kita tetap mendesain? atau misalnya kita membuat suatu hotel resort yang tanahnya merupakan tanah subur pertanian masyarakat sekitar, apakah kita tetap mendesain? atau misalnya client kita merupakan orang yang sangat kaya raya, dan gosip yang beredar kekayaan tersebut yang di gunakan untuk membayar dan membangun hotel misalnya adalah hasil dari korupsi, merampas hak-hak masyarakat miskin dan lemah, kita tahu hal tersebut dan kita tetap mendesainnya? atas dasar profesional? atau misalnya kita membangun sebuah villa yang luas dan harus menghilangkan hutan lindung, tempat ekosistem di lindungi dan keanekaragaman hayati tinggal, apakah tetap kita mendesainya, teorinya memang, ketika kita ingin mebangun villa harus mengajukan IMB dan persyaratan-persyaratan lainya, misalnya analisa dampak lingkungan, analisa terdampak, namun kenyataan lapangan terkadang memang berbeda, tidak sedikit bangunan yang dibangun dahulu baru kemudian mengurus IMB. menyedihkan memang namun itu faktanya.

Pekerjaan Ini tidak jarang adalah merusak lingkungan alih-alih melindunginya, karena kita akan membangun sesuatu yang belum ada menjadi ada dan mungkin sebenarnya tidak diperlukan oleh sebagian besar orang, dan lingkungan sekitar, kita sebagai arsitek harus dengan mata terbuka menyadari dan mengakuinya kalau ternyata pekerjaan kita adalah merusak ekosistem dan menjadi tugas kita untuk meminimalisirnya pada tingkatan yang sangat mungkin.

“Arsitektur itu kan pada hakikatnya memang merusak. Seringnya arsitek ada di pekerjaan para pemodal besar, yang secara ekologis dan ekonomis menyingkirkan alam dan penduduknya. Yang bisa kita lakukan memang mengurangi dampak merusaknya. Apa yang kami kerjakan, dengan segala kekurangan yang masih ada, sedang menuju kesana,” Yu Sing

Memang menjadi paradox ketika profesi kita ternyata menyangkut kepada maslahat orang banyak, di satu sisi ini menjadi mata pencaharian yang memang harus mendapatkan uang namun di sisi lain kita memiliki tanggung jawab moral yang besar. seperti memilih 2 jalan yang jauh berbeda. Jadi Ketika kita sebagai arsitek mendapatkan mengerjakan proyek besar yang merusak lingkungan, apa yang akan kita lakukan? Yang penting uang?

“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan” Tan Malaka

Share: