Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

Wahai Arsitek Pemula, Mending Jadi Karyawan Atau Freelance ?


Bed Apartment
(Onopo.Id)
Pertanyaan Klise.

Kalau Mau Di Sepakatin, Kita Sepakatin dulu apa arti arsitek Pemula, kalau Freshgraduate masuk kategori Arsitek Pemula? Atau Arsitek yang belum berpengalaman atau pengalaman kurang dari 5 tahun? soalnya ini penting, kan tidak bisa dong kita menilai sesuatu yang belum ada kesepakatan jelasnya. okey kita sepatain dulu, anggaplah arsitek yang belum pengalaman 5 tahun kita sebut sebagai arsitek pemula, dan 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar juga ya, ada sekitar 1800 hari di situ kan, mulai dari seneng, sedih, proses-proses tentu tidak hanya menguras energi, percayalah situ akan menguras emosi, istilahnya, melatih mental dan kedewasaan, tapi itu proses yang bagus dan harus di lewatin.
.
Sebenernya kita bisa dalami apa ada perbedaan yang mendasar antara menjadi karyawan arsitek pada sebuah perusahaan, ketimbang kita freelance sendiri? mari kita ulik satu-satu, baik dari sisi negatif maupun dari sisi positif.
.
Menjadi Karyawan dari sisi negatif:

Pertama, harus rela di perintah, iya dong, arsitek pasti harus menuruti perintah pekerjaan dari atasan, sebagai arsitek dalam sebuah proyek pasti kita akan ada di bawah arahan arsitek kepala, walaupun kadang kurang sreg dengan perintah tersebut, namanya perintah wajib di selesaikan dengan baik.

kedua, penghasilan tetap, Seorang arsitek yang bekerja pada sebuah perusahaan, seuntung apapun perusahaan itu gajinya bulananya akan segitu-gitu saja, jikalaupun ingin mendapat tambahan harus lembur, dan berharap-harap cemas akan mendapat bonusan akhir tahun.

ketiga, sukar menyampaikan ide, tentu gak akan mudah menyampaikan ide-ide kita di sebuah biro arsitek kalau kita hanya menjadi roda perusahaan, sekalipun mungkin ide kita bagus sebab tidak jarang atasan mengabaikan bawahanya.

itu kekurangan kalau menjadi arsitek pada sebuah perusahaan, dimana ada kekurangan pasti ada kelebihan, terus apa kelebihan menjadi arsitek pada perusahaan.

Pertama, dari jam kerja, kalau kita bekerja pada sebuah perusahaan pasti tidak lebih dari 10 jam, apabila ada pekerjaan tambahan yang tidak terselesaikan maka bisa di masukan ke kategori lembur.

kedua, tanggung jawab terbatas, pada sebuah perusahaan masing-masing posisi sudah ada tugas pokok utama yang harus di jalankan, tentu saja tanggung jawab tidak akan menyimpang dari posisi yang kita emban, tentu kita akan lebih nyaman dalam bekerja, karena sudah ada kejelasan tugas.

ketiga, penghasilan yang pasti, arsitek yang berkerja pada sebuah perusahaan akan selalu di bayar sesuai kemampuan dan kesepakan, karena adanya hal ini, karyawan bisa membuat rencana masa depan yang lebih baik, karena bisa menyicil rumah misalnya atau menabung untuk keperluan mendatang, dengan bayaran bulanan, tentu menjadi lebih terukur dan pasti.

bagaimana dengan arsitek freelance? apa kelebihanya? apakah perbedaan dengan arsitek yang jadi karyawan cukup signifikan?

Freelance dan kelebihanya.

Pertama, Flexible, mulai dari tempat kerja waktu kerja, dan gimana kerjaan itu beres, kalau freelance kita bisa ngerjain tugas-tugas bisa dari rumah, dari cafe, bahkan dari pinggir pantai sambil minum jus, tidak harus berlama-lama dan bermacet-macet di jalan. itu kelebihan pertama.

kedua, Penghasilan bisa Jauh Lebih besar dari pada arsitek karyawan, bagaimana tidak, jika kita menjadi freelance, kita bisa mengerjakan gambar-gambar sendiri, ngitung anggaranya sendiri, bahkan dari situ saja kita bisa hitung sendiri berapa keutungan yang di peroleh jauh sebelum proyek terlaksana, misalnya.

ketiga, Networing yang pasti lebih luas, kalau kita Freelance, tentu kita mempunyai potensi networking yang lebih luas, karena waktu kita lebih flexible dan tidak terikat, kita bisa main-main dengan rekan-rekan seprofesi atau bahkan dari lintas usia dan berbagai kalangan. dengan networking yang luas tentu potensi akan terbuka dengan sendirinya.

cukup dengan kelebihan kalau sebagai arsitek kita freelance, bagaimana kekuranganya?

kekurangan yang pertama adalah, Pendapatan tidak pasti, sesuai kemampuan dan pendapatan awal pasti belum tinggi, karena kita tidak mengetahui akankah ada projek-projek yang masuk berikutnya, di tengah ke tidak pastian itu, tentu saja kita menjadi lebih beresiko.

kedua, harus mandiri, mandiri dan mempunyai rencana yang baik dan matang, ada plan A dan Plan B, dan harus konsisiten serta disiplin waktu, karena tidak ada keterikatan waktu dan tekanan dari atasan kita harus bisa atur waktu dengan disiplin dan memiliki rencana yang baik.

ketiga, Pandai Kelola keuangan, dengan tidak adanya pendapatan pasti tiap bulan tentu, kita di tuntut untuk pandai-pandai mengelola keuangan, bisa jadi dalam sekali proyek kita dapat untung besar dan kemudian kita tidak mendapatkan proyek untuk waktu yang cukup lama.


Jadi dengan Membaca Lebih dan kurangnya menjadi karyawan atau Freelance, Mana yang menurutmu lebih cocok dengan karakteristikmu?
Share: