Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

6 Tugas Utama Seorang Junior Arsitek

Ilustrasi
Arsitek yang sudah punya reputasi biasanya tidak lagi perlu repot-repot untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri, biasanya arsitek yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun hanya menentukan secara konsepnya saja, untuk kemudia secara intens didiskusikan dengan teamnya.
beda lagi dengan Junior Arsitek, Junior arsitek pada sebuah firma konsultan arsitektur misalnya tidak hanya mengerjakan konsep arahan dari arsitek kepala tetapi juga mengerjakan hal-hal teknis di belakangnya seperti budgeting (Item Pekerjaan), Gambar Kerja (Drafting), Animation, Rendering, Interior, dan Supervising. Mari Kita Bongkar Satu Persatu.

Baca Beda Waktu Kuliah dan Kerja di Arsitektur

a. Budgeting

Budgeting.
dalam sebuah firma arsitektur yang besar sekalipun, seorang junior arsitek biasanya harus memahami sebuah konsep umum budgeting dan menghitung item-item pekerjaan yang ada, walau memang dalam prosesnya ada team audit sendiri, biasanya team puchasing yang akan melakukan tender-tender ke kontraktor, Junior Arsitek mesti paham dengan item-item pekerjaan yang nantinya akan dilaksanakan.

b. Gambar Kerja (Drafting) atau Design Development.


Design Development.
Sebuah proses design yang baik memerlukan standar-standar baku dalam menciptakan sebuah Gambar Kerja maupun Untuk Pengembangan Design. Arsitek kepala biasanya hanya memberikan arahan-arahan dan bimbingan (Guideance) mengenai proyek yang akan dikerjakan, proses selanjutnya adalah giliran Junior arsitek yang mengerjakan teknisnya mulai dari gambar kerja hingga design developmenya. Sepengalaman Penulis yang pernah magang di Salah satu Consultan Arsitek ternama biasanya dalam proses drafting/gambar kerja Junior arsitek akan melibatkan drafter untuk proses lebih teknisnya.

c. Animation
Animasi Arsitek
Penciptaan adanya animasi adalah untuk mempermudah Client memahami gambaran proyek yang sedang dikerjakan dalam bentuk Video, Pada dasarnya tujuan di buatnya animasi dalam bidang arsitektur adalah untuk membawa client memahami secara lebih Real gambaran Proyek yang ada, sebagai contoh apabila kita ingin menonjolkan bagian-bagian tertentu pada sebuah banguan makan dengan adanya animasi Video Arsitektur, kita bisa menentukan angle camera, settup waktu pada suatu spot, sehingga gambaran Proyek menjadi lebih utuh.


d. Rendering
Rendering Image
Rendering serupa namun tak sama dengan Animasi, Rendering lebih menitik beratkan kepada 1 Gambar yang merefleksikan gambar agar sesuai realita, seperti contoh gambar diatas, adalah tampak keseluruhan gambaran bangunan hasil Rendering, gambaran tersebut akan merefleksikan apabila projek selesai dibangun nantinya, sehingga terjadi pemikiran yang utuh mengenai projek bahkan sebelum dimulai.

Baca Idealisme Arsitek, yang Penting Uang?

e. Supervisi
Supervisi Lapangan.
Junior arsitek biasanya juga harus sering terlibat dengan team project lapangan, untuk memantau dan mengawasi progres pelaksanaan di lapangan apakah sudah sesuai dengan anggaran dan waktu yang ditentukan, pada pelaksanaanya, junior arsitek akan terus berkoordinasi dengan orang sipil, untuk mengetahui jumlah personel yang bertugas, material yang di gunakan apakah sudah sesuai standar, penanganan-penanganan teknis mengenai pelaksanaanya, kadang gambaran arsitek kepala dengan progres di lapangan suka berbeda, dengan adanya pengawasan langsung oleh Junior arsitek untuk kemudian di komunikasikan dengan arsitek kepala, akan segera di temukan solusi untuk problem yang ada, biasanya pada saat pelaksaan, terutama di awal-awal butuh sekali pendampingan oleh Team Arsitek.

Contact: Sudaryono194@gmail.com

Share:

Pageviews