Mengubah Spasi Menjadi Ruang Rasa.

IMB seberapa Penting ?

Ilustrasi
Sumber

Izin Mendirikan Bangunan, Seberapa Penting?

Ingat beberapa waktu belakang mengenai kasus Reklamasi Pantai Utara jakarta? yang ternyata Pengurusanya Perizinanya belum seutuhnya rampung, namun sudah dimulai Proyeknya? akhirnya uang Project Triliunan Tersebut malah berhenti di tengah jalan, jika sudah demikian siapa pihak yang paling salah? Siapa yang paling dirugikan, ya developernya sendiri, bahkan beberapa kasus pernah kejadian ada beberapa ruko yakni milik PT. Kapuk Naga.


PT. Kapuk Naga merupakan Anak usaha Agung Sedayu Grup Ratusan Rukonya disegel karena masalah Perizinan yang belum rampung, Berdasar data dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, & Pemrov DKI Jakarta, bangunan yang disegel berjumlah total 932 bangunan. Jumlah tersebut antara lain terdiri dari 409 rumah, 212 Rumah kantor, dan 313 unit rukan yang dijadikan tempat tinggal, Padahal dari jumlah tersebut sudah banyak yang terjual ke Customer. jika sudah demikian yang rugi tidak hanya developer saja, baik dari segi materi maupun reputasi, akan tetapi customer, juga di rugikan, karena uang yang digunakan untuk membeli ruko tersebut oleh customer belum jelas keputusanya sampai sekarang, nasi sudah menjadi bubur, Pelajaran Pentingnya? Kita sebagai Customer Lebih Hati-Hati Jika Membeli Properti, Terutama Properti yang wujud fisiknya masih dalam tahap pembangunan.

Ratusan Ruko milik PT. Kapuk Naga,
anak usaha Agung Sedayu Grup, Disegel Oleh Pemrov DKI
Keuntungan Bangunan Yang Memiliki IMB
a. Bangunan memiliki nilai jual yang tinggi
b. Bangunan dapat dianggunkan untuk di jadikan jaminan ke Bank
c. Status Tanah Menjadi Jelas Peruntukanya
d. Kejelasan Peruntukan dan Rencana Jalanya.

Memang mengurus IMB & menerbitkan IMB membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, Pemerintah Pusat dan daerah mempunyai kesadaran mengenai hal tersebut, bahwa terkadang menerbitkan IMB membutuhkan waktu hingga tahunan, yang akhirnya membuat developer mengambil jalan pintas dengan membangun dahulu baru mengurus Perizinanya belakangan, tentu hal tersebut salah. Pemerintah pada tahun 2014 sudah menerbitkan metode pengurusan Online yang dimaksudkan untuk mempermudah dan menurunkan tingkat pungutan liarnya, sehingga kita tidak harus datang ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) setempat. Kunjungi situs www.bpn.go.id, disana terdapat pilihan-pilihan yang sangat mudah untuk diakses, yang terpenting lengkapi seluruh persyaratan administrasi yang di minta, agar lebih mudah untuk melakukan verifikasi agar sertifikat segera terbit, untuk menghindari pemalsuan dokumen, biasanya penerbitan sertifikat hanya dapat diambil di kantor kecamatan, setelah semua persyatan dilengkapi beserta biaya retribusinya.


Sudaryono194@gmail.com

Share:

Pageviews